Tuesday, 05 May 2026
Fakta Kesehatan

Kuntum Kebahagiaan: Berapa Banyak Kue Kering yang Aman Dikonsumsi Saat Lebaran?

Selama Lebaran, kue kering menjadi hidangan favorit. Namun, berapa batas aman yang sebaiknya diperhatikan agar kesehatan tetap terjaga?

D
Dila Rakasiwi
22 March 2026 19 pembaca
Kuntum Kebahagiaan: Berapa Banyak Kue Kering yang Aman Dikonsumsi Saat Lebaran?

Setiap kali Lebaran tiba, kue kering menjadi salah satu sajian yang tidak bisa terlewatkan di rumah-rumah Indonesia. Dengan beragam rasa dan bentuk, kue ini sering kali dilahap tanpa mempertimbangkan batas aman untuk kesehatan. Pertanyaannya, berapa banyak kue kering yang sebaiknya dikonsumsi untuk menjaga kesehatan selama perayaan ini?

Menurut dr. Siti Nurjanah, seorang ahli gizi, "Kue kering memiliki kandungan gula dan lemak yang tinggi. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsinya agar tidak mengganggu kesehatan." Di momen Lebaran, banyak orang cenderung mengonsumsi kue kering secara berlebihan, khususnya setelah berpuasa. Hal ini dapat berisiko menyebabkan lonjakan gula darah dan masalah pencernaan.

Umumnya, batas aman konsumsi kue kering adalah sekitar 2 hingga 3 potong per hari. Ini bergantung pada ukuran dan jenis kue yang dimaksud. "Penting untuk memperhatikan ukuran porsi. Jika kue kering tersebut besar, maka mengekang diri untuk satu potong saja bisa jadi pilihan yang bijak," tambah dr. Siti.

Masyarakat sering tidak menyadari kadar kalori yang terkandung dalam kue kering. Misalnya, satu potong kue nastar bisa memiliki sekitar 100 kalori atau lebih, tergantung pada bahan yang digunakan. Jika tidak diperhatikan, kalori dari kue ini dapat dengan gampang menumpuk jika dikonsumsi berlebihan.

Bukan hanya itu, dampak negatif dari konsumsi kue kering yang banyak juga dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau masalah jantung. "Bagi mereka yang memiliki risiko penyakit, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi kue kering," ungkap dr. Rahman, seorang dokter spesialis penyakit dalam.

Pada Lebaran ini, sikap bijak dalam menyantap kue kering sangatlah penting. Mengatur porsi dan memilih waktu yang tepat untuk menikmati kue bisa membantu menjaga kesehatan. Misalnya, menyantap kue kering setelah makan utama atau sekaligus saat berkumpul dengan keluarga, sehingga bisa lebih terkontrol. Kebiasaan ini tidak hanya baik bagi kesehatan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menikmati momen tersebut.

Secara keseluruhan, kue kering memang menjadi simbol kebahagiaan saat Lebaran, namun penting bagi masyarakat untuk tetap waspada akan kesehatan. Dengan mengetahui batas aman konsumsi, diharapkan Lebaran bisa dilalui dengan sukacita serta tanpa mengabaikan kesehatan. Dengan segala tips ini, mari kita nikmati kue kering dengan bijak dan penuh tanggung jawab.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait