Tidak ada satu jenis bahan spatula yang dapat dianggap paling aman untuk semua jenis wajan dan suhu memasak. Untuk wajan antilengket, spatula yang terbuat dari kayu solid atau silikon yang dirancang untuk kontak pangan adalah pilihan yang tepat, asalkan digunakan sesuai dengan batas suhu yang ditentukan. Sebaiknya hindari penggunaan spatula melamin untuk makanan panas dan segera ganti spatula plastik atau silikon yang sudah rusak.
Saat memasak, spatula bersentuhan langsung dengan makanan, minyak, dan permukaan wajan yang panas. Dalam kondisi tertentu, bahan dari alat masak dapat berpindah ke makanan. Faktor-faktor seperti jenis makanan, suhu, lama kontak, dan cara penggunaan alat turut mempengaruhi seberapa besar perpindahan tersebut. Oleh karena itu, pilihan spatula yang aman sangat bergantung pada jenis wajan yang digunakan serta petunjuk penggunaan dari spatula itu sendiri.
Bahan Spatula dan Penggunaannya
Berikut adalah rekomendasi bahan spatula yang sebaiknya digunakan untuk berbagai jenis wajan:
- Kayu solid: Cocok untuk wajan antilengket dan aktivitas mengaduk. Pilih spatula dengan permukaan yang halus dan dirancang untuk memasak. Pastikan untuk mencuci, mengeringkan, dan mengganti jika ada retakan atau serpihan.
- Silikon: Ideal untuk wajan antilengket dan mengaduk adonan. Pastikan produk tersebut ditujukan untuk kontak pangan dan ikuti batas suhu yang ditetapkan oleh produsen, karena ketahanan panas dapat bervariasi antar produk.
- Stainless steel: Dapat digunakan pada wajan stainless steel atau besi cor. Meskipun tahan panas dan kuat, spatula ini dapat menggores permukaan wajan yang dilapisi antilengket.
- Plastik atau nilon: Sesuai untuk mengaduk atau membalik makanan pada suhu yang tepat. Gunakan hanya jika produk tersebut memang dirancang untuk memasak, karena panas tinggi dapat meningkatkan perpindahan zat dari beberapa produk plastik ke makanan.
Untuk wajan antilengket, spatula kayu solid atau silikon adalah pilihan yang baik karena tidak akan menggores lapisan wajan. Sementara itu, untuk wajan stainless steel atau besi cor, spatula stainless steel bisa digunakan. Namun, sebaiknya hindari penggunaan spatula logam pada wajan berlapis antilengket untuk mencegah kerusakan.
Risiko dan Penelitian Terkait Spatula Silikon
Silikon sering dipilih karena sifatnya yang fleksibel dan kemampuannya mengikuti bentuk wajan. Namun, tidak semua produk silikon memiliki kualitas atau batas penggunaan yang sama. Sebuah studi yang diterbitkan pada Oktober 2026 menguji migran dari 63 produk silikon yang digunakan untuk kontak pangan dengan menggunakan uji Ames pada bakteri. Dari 33 peralatan dapur yang diuji, 26 menunjukkan hasil positif terhadap salah satu jenis bakteri yang diuji. Meskipun demikian, temuan ini tidak serta merta menunjukkan adanya risiko kesehatan bagi manusia; zat penyebab migran tersebut masih perlu diidentifikasi dan risikonya dievaluasi lebih lanjut.
Hasil penelitian ini tidak membuktikan bahwa semua spatula silikon berbahaya. Uji tersebut dilakukan dalam kondisi laboratorium untuk mengukur migran (zat yang berpindah dari bahan spatula ke makanan atau cairan yang bersentuhan dengannya), bukan untuk mengukur dampak penggunaan spatula dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penting untuk memilih produk yang memiliki keterangan penggunaan yang jelas, mengikuti batas suhu yang tertera pada label, dan tidak menggunakan alat yang sudah rusak. Spatula melamin tidak disarankan untuk digunakan dalam mengolah atau menyentuh makanan panas dalam waktu lama. Menurut Institut Federal Jerman untuk Penilaian Risiko (BfR), bahan melamin-formaldehida dapat melepaskan melamin dan formaldehida ketika terkena suhu tinggi, sehingga peralatan berbahan tersebut sebaiknya dihindari untuk makanan panas.
Plastik atau nilon tidak selalu berbahaya, tetapi harus digunakan sesuai dengan tujuan dan batas suhu yang tertera. Hindari meninggalkan spatula tersebut di wajan panas jika tidak dirancang untuk itu. Segera ganti spatula yang meleleh, berubah bentuk, retak, atau permukaannya mengelupas.
Secara keseluruhan, untuk wajan antilengket, spatula kayu solid atau silikon adalah pilihan yang tepat, sementara stainless steel dapat digunakan untuk wajan tanpa lapisan. Apapun bahannya, pastikan alat tersebut memang dirancang untuk kontak pangan, ikuti petunjuk suhu, dan ganti jika sudah rusak.