Latihan pull-up membutuhkan kekuatan untuk mengangkat berat badan sendiri sambil mengendalikan posisi tubuh. Meskipun lat pulldown dan pull-up melibatkan otot yang serupa, gerakan yang dilakukan tidaklah sama. Lat pulldown tetap memberikan manfaat, dan latihan pull-up dengan bantuan dapat membantu melatih pola gerak yang diperlukan.
Seringkali, setelah meningkatkan beban pada lat pulldown, seseorang merasa tarikan menjadi lebih kuat dan jumlah repetisi pun bertambah. Namun, saat beralih ke palang pull-up, banyak yang mendapati bahwa tubuh masih sulit terangkat. Satu repetisi pull-up terasa jauh lebih berat dibandingkan beberapa set di mesin lat pulldown. Hal ini bisa membingungkan bagi sebagian orang, karena menarik palang ke arah tubuh dan mengangkat tubuh ke palang memiliki tuntutan yang berbeda.
Perbedaan Kekuatan dan Beban
Kekuatan yang diperoleh dari satu jenis latihan belum tentu cukup untuk jenis latihan lainnya. Pada pull-up, berat badan menjadi beban yang harus diangkat sejak repetisi pertama. Sementara itu, saat melakukan lat pulldown, kamu dapat memilih beban sesuai dengan kemampuan. Oleh karena itu, yang dibutuhkan dalam pull-up adalah kekuatan relatif, yaitu seberapa kuat kamu dibandingkan dengan berat badan yang harus dipindahkan. Kekuatan menarik mungkin meningkat, tetapi belum tentu cukup untuk mengangkat tubuh secara keseluruhan.
Selain otot punggung dan lengan, otot penstabil batang tubuh juga berperan penting dalam menjaga posisi selama gerakan. Dalam latihan lat pulldown, posisi duduk dengan paha ditahan bantalan memungkinkan kamu untuk menarik palang dengan lebih mudah. Sedangkan pada pull-up, tangan menggenggam palang dan tubuh bergerak, sehingga kamu perlu mengendalikan gerakan tubuh yang menggantung dan mencegah agar tidak berayun.
Penelitian dan Temuan Terkait Lat Pulldown
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas biseps dan otot penegak tulang belakang lebih tinggi pada fase naik chin-up dibandingkan dengan fase menarik pada lat pulldown. Meskipun studi ini berfokus pada chin-up, yang menggunakan telapak tangan menghadap tubuh, hasilnya tidak dapat sepenuhnya disamakan dengan pull-up dengan pegangan lebar. Namun, temuan tersebut menunjukkan bahwa kedua latihan yang tampak mirip ini memiliki tuntutan otot dan gerakan yang berbeda.
Lat pulldown tetap bermanfaat. Sebuah studi yang melibatkan 34 mahasiswa laki-laki menunjukkan peningkatan jumlah pull-up setelah delapan minggu latihan lat pulldown. Namun, peserta yang belum mampu melakukan satu pull-up tidak diikutsertakan dalam penelitian tersebut. Ini menunjukkan bahwa lat pulldown dapat meningkatkan kemampuan yang sudah ada, tetapi tidak menjamin bahwa latihan tersebut akan menghasilkan kemampuan pull-up pertama.
Latihan yang dapat membantu progres menuju pull-up termasuk mengurangi bantuan atau mengendalikan gerakan turun dengan lebih baik. Meskipun angka pada lat pulldown dapat membantu mencatat perkembangan, kemampuan di palang perlu dilatih dan dinilai secara langsung.