Fakta Kesehatan

Mengapa Penggunaan Masker dalam Waktu Lama Dapat Menyebabkan Rasa Pengap?

Penggunaan masker dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan sensasi hangat dan pengap, terutama saat cuaca panas atau saat banyak berbicara. Namun, hal ini tidak selalu berarti tubuh kekurangan o...

F
Fidzu Ardaf
25 September 2026
39 pembaca
ilustrasi menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah (pexels.com/Charles Parker)
ilustrasi menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah (pexels.com/Charles Parker)

Masker yang digunakan dalam waktu lama sering kali membuat penggunanya merasa lebih hangat, lembap, dan pengap, terutama ketika cuaca sedang panas, saat berkeringat, atau banyak berbicara. Meskipun demikian, sensasi pengap ini tidak selalu menunjukkan bahwa tubuh kekurangan oksigen.

Pada individu yang sehat, baik masker kain maupun masker bedah umumnya tidak menyebabkan penurunan kadar oksigen atau penumpukan karbon dioksida yang berbahaya. Sensasi pengap lebih sering disebabkan oleh udara hangat dan lembap yang terperangkap di balik masker, sedikitnya hambatan aliran napas, serta tekanan masker pada wajah. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini.

Faktor Penyebab Rasa Pengap

Setiap kali bernapas, sebagian panas dan uap air dari napas terperangkap di dalam masker. Seiring berjalannya waktu, area di sekitar hidung dan mulut menjadi lebih hangat dan lembap, sehingga masker terasa semakin gerah. Kelembapan, keringat, dan minyak alami dari kulit juga dapat membuat masker terasa lebih menempel, terutama saat cuaca panas atau saat melakukan aktivitas fisik. Oleh karena itu, rasa pengap saat menggunakan masker lebih berkaitan dengan peningkatan suhu dan kelembapan di sekitar wajah, bukan karena udara di dalam masker habis.

Masker memang menambah sedikit hambatan pada aliran udara, terutama pada jenis respirator seperti N95 atau FFP2 yang lebih rapat di wajah. Hal ini menyebabkan beberapa orang merasa napasnya sedikit lebih berat, terutama saat beraktivitas, berbicara dalam waktu lama, atau berolahraga. Namun, rasa tidak nyaman ini biasanya disebabkan oleh kombinasi hambatan aliran udara, peningkatan suhu dan kelembapan di balik masker, serta tekanan masker pada wajah. Sensasi sesak atau napas terasa berat tidak otomatis berarti kadar oksigen dalam darah menurun.

Kekhawatiran tentang Karbon Dioksida

Banyak orang khawatir bahwa penggunaan masker dapat menyebabkan mereka menghirup kembali karbon dioksida dalam jumlah yang berbahaya. Padahal, karbon dioksida tetap bisa keluar melalui bahan masker dan celah di sekitarnya. Memang, sebagian kecil udara yang dihembuskan dapat sementara tertahan di ruang antara wajah dan masker, terutama pada masker yang lebih rapat. Kondisi ini dapat membuat udara di balik masker terasa lebih hangat dan lembap, sehingga menimbulkan sensasi kurang nyaman atau seperti kekurangan udara. Namun, pada orang yang sehat, penggunaan masker umumnya tidak menyebabkan penumpukan karbon dioksida atau gangguan pertukaran gas yang signifikan secara klinis.

Jenis dan kondisi masker juga berpengaruh terhadap kenyamanan. Masker yang terlalu ketat dapat memberikan tekanan pada wajah, sedangkan masker yang tidak pas cenderung mudah bergeser saat digunakan. Masker yang lembap akibat keringat atau uap napas juga biasanya terasa lebih pengap dan kurang nyaman. Oleh karena itu, masker sekali pakai sebaiknya diganti jika sudah basah atau kotor, sedangkan masker kain perlu dicuci secara teratur. Memilih masker yang sesuai dengan ukuran wajah dapat membantu mengurangi rasa pengap tanpa mengurangi fungsinya.

Bagi sebagian besar orang yang sehat, rasa panas, lembap, atau pengap saat menggunakan masker biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah masker dilepas di tempat yang aman. Namun, bagi mereka yang memiliki asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), mungkin lebih mudah merasa tidak nyaman dan disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memilih masker yang tepat. Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas yang berat atau disertai gejala seperti nyeri dada, pingsan, kebingungan, bibir membiru, atau mengi yang tidak kunjung membaik.

Kesimpulannya, rasa pengap saat menggunakan masker lebih sering disebabkan oleh faktor suhu, kelembapan, tekanan pada wajah, dan sedikit hambatan aliran udara, bukan karena tubuh kekurangan oksigen.

Artikel Terkait