Fakta Kesehatan

Mengenal Bahaya TBC pada Kesehatan Mata

Tuberkulosis (TBC) tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mata dengan menyebabkan peradangan. Penting untuk memahami gejala dan penanganan yang tepat untuk mencega...

F
Fidzu Ardaf
03 October 2026
40 pembaca
ilustrasi masalah penglihatan (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
ilustrasi masalah penglihatan (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Tuberkulosis (TBC) dapat mempengaruhi bagian dalam mata, dengan peradangan yang paling umum terjadi pada uvea, lapisan tengah mata. Gejala seperti pandangan kabur, silau, bintik-bintik melayang, kemerahan pada mata, atau ketidaknyamanan dapat muncul, namun gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lainnya. Oleh karena itu, tes kulit atau tes darah untuk TBC saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa keluhan mata disebabkan oleh TBC. Diagnosis yang akurat memerlukan pemeriksaan mata dan evaluasi TBC secara menyeluruh.

Hubungan TBC dan Kesehatan Mata

TBC dikenal sebagai salah satu penyakit infeksi yang paling umum menyerang paru-paru, tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa bakteri penyebab TBC juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk mata. Ketika TBC menyerang mata, ia dapat menyebabkan peradangan dan gangguan penglihatan dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas penglihatan penderitanya. Oleh karena itu, penting untuk memahami hubungan antara TBC dan kesehatan mata, serta gejala yang perlu diwaspadai.

Gejala dan Diagnosis TBC pada Mata

TBC mata termasuk dalam kategori TBC di luar paru-paru dan sering kali melibatkan uvea, yang kaya akan pembuluh darah. Peradangan yang terjadi dikenal sebagai uveitis. Keterlibatan mata dapat terjadi ketika bakteri menyebar ke jaringan mata, dan dalam beberapa kasus, peradangan mungkin muncul sebagai respons sistem kekebalan terhadap TBC di bagian tubuh lain. Hal ini berarti seseorang tidak selalu menunjukkan gejala TBC paru saat mengalami keluhan pada mata.

Keluhan yang muncul pada TBC mata bervariasi tergantung pada bagian mata yang terpengaruh. Gejala dapat meliputi penurunan atau kaburnya penglihatan, sensitivitas terhadap cahaya, munculnya bintik-bintik melayang, ketidaknyamanan pada mata, atau kemerahan. Beberapa pasien mungkin tidak merasakan gejala pada tahap tertentu. Namun, keluhan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya TBC, karena uveitis juga dapat disebabkan oleh infeksi lain, penyakit peradangan, gangguan autoimun, atau bahkan penyebab yang tidak diketahui.

Pemeriksaan mata sangat penting untuk menentukan penyebab keluhan. Dokter mata akan memeriksa bagian dalam mata dan menilai pola peradangan yang terjadi. Mereka juga akan menanyakan riwayat kontak dengan pasien TBC, gejala lainnya, serta mempertimbangkan pemeriksaan tambahan seperti tes kulit atau darah, foto rontgen dada, dan pemeriksaan untuk mendeteksi TBC di bagian tubuh lainnya. Dalam beberapa kasus, sampel cairan atau jaringan mata mungkin perlu diambil untuk mencari bukti keberadaan kuman, meskipun pengambilan sampel mata tidak selalu mudah dan pemeriksaan langsung tidak selalu berhasil mendeteksi bakteri.

Hasil tes kulit dan tes darah untuk TBC harus ditafsirkan dengan hati-hati. Hasil positif dapat menunjukkan bahwa seseorang pernah terinfeksi TBC, tetapi tidak serta merta membuktikan bahwa peradangan di mata disebabkan oleh TBC aktif. Beberapa penyakit lain juga dapat menunjukkan tampilan uveitis yang serupa.

Jika dokter mencurigai TBC sebagai penyebab atau telah memastikan diagnosis, pengobatan dapat meliputi penggunaan obat anti-TBC. Selain itu, obat untuk mengendalikan peradangan mata, termasuk kortikosteroid dalam kasus tertentu, mungkin dipertimbangkan sebagai bagian dari penanganan. Jenis dan durasi pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien serta hasil evaluasi dari dokter mata dan dokter yang menangani TBC.

Pasien disarankan untuk tidak menggunakan obat tetes steroid atau memulai pengobatan TBC secara mandiri. Penanganan yang tidak tepat dapat mengaburkan penyebab keluhan dan menunda terapi yang diperlukan. Jika terjadi penurunan penglihatan, rasa nyeri, kemerahan pada mata, atau keluhan yang cepat memburuk, segera konsultasikan dengan dokter mata. TBC mata dapat mengancam penglihatan, sehingga pemeriksaan dan penanganan yang tepat sangat penting untuk menjaga fungsi mata.

Artikel Terkait