Fakta Nasional

Modus Penipuan Kurir Ojol: Laptop Pembeli Tak Sampai di Jakarta Pusat

Seorang pemilik usaha mikro kecil menengah di Jakarta Pusat, Sri Mulyatin, mengalami kerugian akibat penggelapan oleh kurir ojek online ketika laptop yang dibelinya tidak sampai meski status pengirima...

A
Amara Rukmana
19 July 2026
61 pembaca
Ilustrasi laptop (Freepik/freepik)
Ilustrasi laptop (Freepik/freepik)

Jakarta - Sri Mulyatin, seorang pemilik usaha mikro kecil menengah berusia 31 tahun, diduga menjadi korban penipuan oleh oknum kurir ojek online di Jakarta Pusat. Laptop yang dibelinya melalui platform marketplace tidak kunjung diterima, meskipun status pengiriman menunjukkan bahwa barang tersebut telah 'selesai' dikirim.

Peristiwa ini terjadi ketika Sri melakukan pembelian satu unit laptop dari sebuah toko di kawasan Mangga Dua pada hari Selasa, 14 Juli. Ia memilih layanan pengiriman instan agar barang cepat sampai ke rumahnya di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat. "Sebenarnya kita bukan pertama kali beli online, sudah sering bahkan nominal yang lebih besar dari ini juga amanah. Makanya kita nggak mikir-mikir lagi, pesen-lah tuh," ungkap Sri.

Kecurigaan Muncul Setelah Status Pengiriman

Kecurigaan mulai muncul ketika suami Sri pulang dari kerja dan menanyakan keberadaan paket yang dipesan. Setelah memeriksa aplikasi, mereka menemukan bahwa status pengiriman telah dinyatakan selesai oleh kurir pada pukul 12.17 WIB. "Kebetulan yang pesen itu suami saya. Nah, berhubung suami saya di kantor lagi kerja, nah pas kita tahunya itu pas pulang suami saya gitu. Katanya, 'Paketnya udah ada belum?' gitu. 'Belum'," cerita Sri. "Pas dia lihat status pengirimannya, 'Lah, ini udah selesai jam 12.17'," lanjutnya.

Menurut informasi dari toko di Mangga Dua, kurir yang mengambil paket tersebut bernama Sarwani. Toko tersebut juga memiliki dokumentasi berupa foto kurir beserta SIM-nya saat proses penjemputan barang. "Kita ada foto kurir sama SIM-nya, dapat dari toko. Karena kan kalau mau ambil paket mungkin foto dulu ya, jadi datanya ada," jelasnya.

Tindak Lanjut dan Kerugian yang Dialami

Setelah kejadian tersebut, Sri mencoba menghubungi nomor telepon driver yang bersangkutan, namun tidak ada tanggapan. "Kita hubungi nomor driver-nya, awalnya masih aktif. Pas kita chat, terus kita telepon, nggak diangkat. Nggak lama kemudian kita diblokir," ungkapnya. Sri menambahkan bahwa sebelumnya ia telah melakukan beberapa kali pembelian barang elektronik secara online, dan semua pesanan sebelumnya selalu sampai dengan aman.

Dia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 8,5 juta akibat kejadian ini. "Kalau yang di video aku kan Rp 15 juta itu ya, yang segitu harga normalnya itu mah segitu katanya. Cuma kita dapat diskon, jadi kerugiannya itu Rp 8,5 jutaan," imbuh Sri. Ia kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan. "Monitor. Sudah laporan dan dalam penyelidikan anggota kami," ujar Roby. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi kurir ojol yang diduga terlibat dalam penggelapan laptop tersebut dan sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. "(Identitas pelaku) sudah ada. Sedang dalam pengejaran," pungkas Roby.

Artikel Terkait