Masyarakat tidak perlu menunggu hingga memiliki uang sisa untuk memulai investasi. Menurut EVP Wealth Management BCA, Indrawan, investasi bisa dilakukan secara bertahap dengan menyisihkan dana secara rutin dan disiplin.
Pola Pikir yang Perlu Diubah
Indrawan menyatakan bahwa masih ada anggapan di masyarakat bahwa investasi hanya dapat dilakukan setelah semua kebutuhan terpenuhi dan ada dana lebih. Ia menegaskan bahwa pola pikir ini perlu diubah. "Investasi itu tidak harus menunggu uangnya sisa. Kadang-kadang kan ada yang berprinsip kalau ada duit sisa, duit lebih bolehlah kita investasikan. Harusnya dibalik," ujarnya dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta.
Investasi Secara Berkala
Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat memulai investasi dengan menyisihkan dana secara berkala, dan nominal investasi tidak harus besar. Di BCA, misalnya, investasi dapat dimulai dari Rp 10 ribu. "Jadi tiap bulan, oh sudah habis, sudah habis gitu kan. Dibalik. Dan satu lagi tentu supaya bisa continue ya perlu disiplin untuk lakukan itu," kata Indrawan.
Indrawan juga menekankan bahwa investasi secara rutin dapat membantu investor dalam melakukan averaging, mengingat tidak ada yang dapat memprediksi kapan pasar akan naik atau turun. "Kalau tahu kan kita semua jadi orang kaya. Pas posisi turun kita beli, pas posisi naik kita jual. Kan kita nggak tahu," ujarnya. Oleh karena itu, ia menyarankan agar investasi dilakukan secara berkala, sehingga investor tidak perlu menunggu waktu yang dianggap paling tepat untuk masuk ke pasar.
Indrawan menambahkan, "Paling aman sebenarnya bagaimana? Di averaging. Jadi kita tiap, ya misalnya kasarnya tiap hari beli aja Rp 10 ribu." Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menyesuaikan investasi dengan profil risiko dan jangka waktu investasi. Investor perlu memahami berapa lama dana akan diinvestasikan dan seberapa besar risiko yang dapat ditanggung. "Yang penting adalah bagaimana kita berani memulai dulu. Nah, berani memulainya tadi balik ke dua konsep dasar tadi, profile risk sama time horizon," ujarnya.