Tuesday, 05 May 2026
Fakta Kesehatan

Nikmati Momen Lebaran: Makan Enak Tak Selalu Berujung pada Kenaikan Berat Badan

Makan enak saat Lebaran tidak berarti pasti akan menyebabkan kenaikan berat badan, kata dokter. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini.

D
Dila Rakasiwi
19 March 2026 20 pembaca
Nikmati Momen Lebaran: Makan Enak Tak Selalu Berujung pada Kenaikan Berat Badan

Lebaran adalah momen yang penuh kebahagiaan, di mana keluarga dan teman berkumpul untuk merayakan kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh. Saat merayakan hari istimewa ini, tidak sedikit orang yang khawatir tentang dampak dari berbagai hidangan lezat yang disajikan. Namun, dokter menjelaskan bahwa makan enak saat Lebaran tidak selalu berujung pada kenaikan berat badan yang signifikan.

Menurut dr. Andi Setiawan, seorang ahli gizi, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat menikmati sajian khas Lebaran. “Kenaikan berat badan dipengaruhi oleh jumlah kalori yang kita konsumsi dan seberapa aktif kita bergerak,” ujarnya. Pada umumnya, saat Lebaran, masyarakat cenderung menikmati beragam makanan yang kaya kalori, namun dengan pengelolaan yang tepat, kita masih bisa menikmatinya tanpa harus khawatir akan efek negatif terhadap berat badan.

Salah satu cara untuk tetap menjaga keseimbangan adalah dengan mengatur porsi makanan. “Mengatur porsi sangat penting. Sebaiknya kita tidak memaksakan diri untuk menghabiskan semua hidangan yang ada,” kata dr. Andi. Ia menyarankan agar setiap orang memilih variasi makanan, sehingga dapat menikmati cita rasa yang berbeda tanpa mengonsumsi terlalu banyak kalori dari satu jenis makanan saja.

Selain itu, menjaga aktivitas fisik selama periode Lebaran juga sangat dianjurkan. Kegiatan seperti berjalan bersama keluarga, mengikuti permainan tradisional, atau bahkan melakukan olahraga ringan bisa membantu membakar kalori yang masuk ke dalam tubuh. “Aktivitas fisik tidak hanya membantu menjaga berat badan, tetapi juga meningkatkan mood dan merangsang metabolisme,” tambahnya.

Melihat dari sudut pandang psikologis, dr. Andi menekankan pentingnya menikmati momen kebersamaan. “Momen Lebaran adalah tentang berbagi dan saling menghargai. Jangan biarkan rasa takut terhadap kenaikan berat badan menghalangi kita untuk merayakan dengan penuh hati,” tegasnya. Menikmati hidangan dengan kesadaran dan rasa syukur juga dapat membantu kita untuk tidak berlebihan dalam konsumsi makanan.

Di tengah banyaknya pilihan makanan yang menggugah selera, tetaplah berpegang pada prinsip moderasi. Momen Lebaran seharusnya menjadi waktu untuk saling berbagi, bukan hanya tentang makanan, tetapi juga kebahagiaan dan kasih sayang. Melalui pendekatan yang seimbang, masyarakat dapat menjalani Lebaran dengan sukacita, tanpa harus merasa bersalah mengenai pilihan makanan mereka.

Dengan pemahaman tentang pola makan yang sehat dan aktifitas yang cukup, Lebaran dapat dinikmati sepenuhnya. Sementara itu, dr. Andi juga menyarankan agar orang-orang mulai memikirkan kebiasaan pola makan mereka agar tetap sehat pasca Lebaran. Dalam beberapa waktu ke depan, kita dapat melihat lebih banyak kelas gizi atau seminar kesehatan yang ditawarkan untuk membantu masyarakat memahami pentingnya kesehatan di tengah tradisi kuliner yang beraneka ragam. Hal ini tentunya akan menjadi langkah positif dalam menciptakan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat, terutama saat perayaan besar seperti Lebaran ini.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait