Ketika seseorang mengalami cacar api, gejala yang muncul bisa sangat menyakitkan. Jika nyeri tersebut terjadi di dada, sering kali dianggap sebagai serangan jantung. Cacar api, atau herpes zoster, memiliki gejala yang sering disalahartikan dengan penyakit lain.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito A Damay, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan yang jelas antara serangan jantung dan cacar api. Menurutnya, seseorang yang terkena cacar api biasanya merasa tubuhnya dalam kondisi baik-baik saja sebelum tiba-tiba merasakan nyeri yang mengejutkan. "Kalau nyeri di dada kerap disangka serangan jantung," ujarnya.
Vito menekankan bahwa masyarakat umum sering kali kesulitan membedakan kedua gejala tersebut. Oleh karena itu, jika seseorang merasakan nyeri di dada, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. "Banyak yang bertanya, nyeri yang tajam itu seperti apa lalu nyeri yang tumpul seperti apa? Nah, sudah, lebih baik segera ke dokter untuk diperiksa," tambahnya.
Apabila nyeri tersebut disebabkan oleh cacar api, dokter akan memberikan penanganan yang tepat. Vito juga menyarankan bahwa jika diagnosis dapat dilakukan dalam 72 jam pertama, pengobatan akan jauh lebih efektif. Deteksi dini ini penting untuk mencegah komplikasi seperti nyeri saraf berkepanjangan (Neuralgia Post-Herpetik) yang sering dialami pasien setelah sembuh dari cacar api.
Cacar api disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air saat masa kanak-kanak. Sekitar 95 persen populasi dunia pernah terpapar virus ini, meskipun tidak semua orang mengalami gejala. Herpes zoster biasanya menyerang ketika sistem imun seseorang lemah, dan dapat menyebabkan munculnya lepuhan atau bintil berisi air di satu sisi tubuh.
Lepuhan ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk wajah, lengan, dan kaki, dengan pola yang mengikuti jalur saraf. Setelah lepuhan muncul, dalam beberapa hari akan terbentuk bercak yang kemudian berkerak atau keropeng.