Fakta Ekonomi

Pemerintah Klarifikasi Makna Istilah Emas di Bawah Bantal

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memberikan penjelasan mengenai istilah "emas di bawah bantal" yang sedang ramai diperbincangkan, yang merujuk pada potensi kepemilikan em...

D
Dila Rakasiwi
23 August 2026
39 pembaca
Kemenko: Istilah
Kemenko: Istilah

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, telah memberikan klarifikasi terkait istilah "emas di bawah bantal" yang banyak dibicarakan. Istilah ini merujuk pada potensi kepemilikan emas masyarakat yang diperkirakan mencapai sekitar 1.800 ton, dengan nilai mencapai 252 miliar dolar AS.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menekankan bahwa istilah tersebut merupakan sebuah metafora. Ia menjelaskan bahwa istilah ini digunakan untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas yang dimiliki masyarakat selama bertahun-tahun dan lintas generasi. "Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Istilah tersebut tidak dimaksudkan secara harfiah sebagai emas yang ditemukan secara fisik di bawah bantal masyarakat," ungkap Haryo dalam keterangannya di Jakarta pada hari Sabtu.

Emas Sebagai Simpanan Tradisional

Menurut Haryo, emas secara tradisional telah menjadi salah satu bentuk simpanan dan penyimpan nilai bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, angka 1.800 ton tersebut merupakan perkiraan dari total emas yang dimiliki dan masih disimpan oleh masyarakat.

Angka ini juga berbeda dengan cadangan emas nasional dan tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang ada. Haryo menjelaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan emas yang diperkirakan sekitar 3.600 ton, dengan produksi emas sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Pengembangan Ekosistem Bullion

Dengan nilai yang mencapai sekitar 252 miliar dolar AS, potensi kepemilikan emas masyarakat dinilai dapat menjadi salah satu peluang dalam pengembangan ekosistem bullion nasional. Pemerintah mendorong agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola dan mengoptimalkan aset emas mereka melalui instrumen keuangan yang aman dan terintegrasi.

Artikel Terkait