Pemerintah Indonesia telah mengumumkan penghapusan biaya pendidikan di seluruh SMA Taruna Nusantara, sehingga setiap siswa kini dapat menempuh pendidikan tanpa harus membayar biaya. Pengumuman ini disampaikan pada peresmian kampus SMA Taruna Nusantara yang berlokasi di Cimahi, Jawa Barat, pada hari Jumat, 30 Oktober.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa sekolah ini telah mengalami kemajuan yang signifikan sejak didirikan pada tahun 1990. Dalam dua tahun terakhir, pengembangan SMA Taruna Nusantara dipercepat dengan dibangunnya lima kampus baru. Saat ini, SMA Taruna Nusantara memiliki enam kampus yang tersebar di berbagai daerah, yaitu di Magelang (Jawa Tengah), Malang (Jawa Timur), Cimahi (Jawa Barat), Pagar Alam (Sumatera Selatan), Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Langowan (Sulawesi Utara).
Penghapusan Biaya Pendidikan
Selain memperluas jaringan kampus, pemerintah juga mengambil langkah strategis dengan membebaskan biaya pendidikan bagi seluruh siswa SMA Taruna Nusantara. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas tanpa membebani siswa dengan biaya sekolah.
Jalur Pendaftaran dan Biaya Sebelumnya
Pada penerimaan siswa tahun ajaran 2024/2025, SMA Taruna Nusantara sebelumnya menetapkan tiga jalur masuk dengan biaya yang berbeda. Jalur pertama adalah Jalur Iuran Sekolah (IS) yang mengharuskan siswa membayar beberapa komponen biaya, termasuk uang pangkal sebesar Rp50 juta, uang komite sekolah Rp1 juta, dan SPP sebesar Rp5 juta per bulan.
Jalur kedua adalah Jalur Beasiswa (BS), di mana siswa hanya perlu membayar sumbangan sukarela sesuai kemampuan mereka. Jalur terakhir adalah Jalur Kontribusi Khusus (KK) yang juga dikenakan beberapa biaya, termasuk uang pangkal Rp50 juta, uang komite sekolah Rp1 juta, dan kontribusi khusus sebesar Rp125 juta, serta SPP Rp5 juta per bulan.
Dengan kebijakan baru ini, diharapkan lebih banyak siswa dapat mengakses pendidikan berkualitas di SMA Taruna Nusantara tanpa adanya beban biaya yang sebelumnya ada.