Pemerintah Kota Jakarta Selatan sedang merencanakan pemanfaatan lahan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 sebagai lokasi pembangunan gedung baru yang akan digunakan untuk menampung siswa hasil penggabungan dengan SDN 11 Pagi. Kebijakan ini diambil untuk menyederhanakan pengelolaan sekolah agar lebih efisien dan tepat sasaran.
Kepala Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, menjelaskan, "Untuk efektivitas dan efisiensi manajemen di tingkat satuan pendidikan (sekolah)," saat dihubungi di Jakarta pada hari Rabu. Dia menambahkan bahwa rencana penggabungan ini sudah ada sejak tahun 2025 dan pembangunan ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun 2027.
Alasan Penggabungan Sekolah
Santoso, yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Jagakarsa, menyatakan bahwa penggabungan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. "Kemungkinan pakai yang SDN 09 karena nantinya lokasi gedung yang baru di lahan SDN 09," ujarnya. Sebelumnya, gedung di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi mengalami keruntuhan pada bulan November 2024, tepat saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, dan hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan.
Keruntuhan tersebut mengakibatkan lima ruangan terdampak, termasuk empat kelas (1A, 2A, 3A, dan 4A) serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Akibatnya, kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan meskipun hanya lima ruangan yang terkena dampak. Sementara menunggu perbaikan, siswa-siswa dari SDN Kebayoran Lama Selatan 09 terpaksa menumpang di sekolah tetangga, SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi, yang terletak di sebelahnya.
Rencana Pembangunan dan Jumlah Siswa
Pembangunan sekolah baru ini telah dimasukkan dalam dokumen perencanaan atau Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2025. Meskipun sebelumnya diusulkan untuk direalisasikan pada tahun 2027, diharapkan proses ini dapat dipercepat mengingat mekanisme anggaran yang berjalan secara bertahap. Saat ini, terdapat 274 siswa dari kelas 1 hingga 6 yang masih terdaftar di sekolah tersebut, jumlah ini mengalami penurunan dari sebelumnya yang mencapai 300 siswa.