Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau agar masyarakat tidak membeli atau mengonsumsi oseltamivir tanpa adanya resep dari dokter. Obat antivirus ini tidak dibutuhkan oleh setiap individu yang menunjukkan gejala flu. Oseltamivir ditujukan khusus untuk pengobatan influenza, dan dokter akan mengevaluasi tingkat keparahan gejala, risiko komplikasi, waktu sejak gejala muncul, serta kondisi kesehatan pasien sebelum memutuskan apakah obat ini diperlukan.
Manfaat oseltamivir pada pasien yang dirawat jalan dengan gejala ringan umumnya terbatas. Dosis dan durasi pengobatan juga harus disesuaikan, terutama pada anak-anak dan individu dengan gangguan fungsi ginjal. Ketika terjadi lonjakan kasus influenza, banyak orang cenderung mencari obat ini secara berlebihan. Namun, oseltamivir tidak seharusnya dikonsumsi begitu saja saat demam dan batuk muncul. Dalam imbauan yang dikeluarkan pada 28 September 2026, Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan tidak menggunakan obat ini tanpa resep dokter.
Fungsi dan Penggunaan Oseltamivir
Oseltamivir berfungsi untuk mengatasi influenza A dan B dengan cara menghambat penyebaran virus dari sel yang terinfeksi ke sel lainnya. Namun, gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat dapat disebabkan oleh infeksi lain, sehingga oseltamivir tidak efektif untuk semua penyakit pernapasan. Oleh karena itu, dokter perlu melakukan penilaian untuk menentukan kemungkinan penyebab, tingkat keparahan, dan faktor risiko yang ada pada pasien.
Pengujian influenza dapat membantu dalam diagnosis, namun bagi pasien yang mengalami penyakit berat, yang dirawat di rumah sakit, atau yang berisiko tinggi, terapi antivirus bisa diberikan tanpa menunggu hasil tes. Keputusan untuk memberikan obat ini sangat bergantung pada kondisi klinis pasien. Oseltamivir tidak diberikan kepada semua pasien yang terinfeksi influenza. Obat ini umumnya digunakan untuk pasien dengan kondisi berat atau yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi, setelah melalui penilaian oleh dokter.
Pertimbangan Dosis dan Efek Samping
Bagi individu yang sehat dengan gejala ringan, dokter mungkin akan mempertimbangkan pemberian oseltamivir jika ada kecurigaan influenza dan pengobatan dapat dimulai dalam 48 jam pertama setelah gejala muncul. Manfaat terbesar biasanya diperoleh jika obat ini diberikan sesegera mungkin. Namun, pasien dengan influenza berat atau yang dirawat di rumah sakit tetap perlu dievaluasi meskipun telah melewati batas waktu tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa pada anak-anak dengan influenza yang terkonfirmasi, pemberian oseltamivir secara tepat waktu dapat memperpendek durasi sakit sekitar 18 jam, meskipun efek samping seperti muntah lebih sering terjadi. Sementara itu, pada remaja dan orang dewasa yang mendapatkan perawatan rawat jalan, oseltamivir secara keseluruhan tidak terbukti secara signifikan mengurangi risiko rawat inap. Oleh karena itu, penggunaan obat ini pada pasien rawat jalan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.
Dosis oseltamivir tidak bersifat universal dan harus ditentukan berdasarkan usia, berat badan, fungsi ginjal, kondisi kesehatan, serta tujuan penggunaan, apakah untuk mengobati atau mencegah influenza setelah terpapar. Pada anak-anak dan pasien dengan gangguan fungsi ginjal, dosis mungkin perlu disesuaikan. Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah mual dan muntah, sehingga penggunaan sisa obat dari penyakit sebelumnya atau obat milik orang lain tidak dianjurkan. Dosis dan durasi penggunaan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko efek samping tanpa memastikan bahwa obat tersebut memang diperlukan.
Virus influenza terus mengalami perubahan, dan perubahan genetik ini dapat membuat virus menjadi kurang sensitif terhadap obat antivirus. Perubahan tersebut dapat terjadi secara spontan atau selama serta setelah pengobatan. Para ahli memperingatkan agar oseltamivir tidak digunakan secara berlebihan, karena resistansi dapat mengurangi pilihan pengobatan ketika pasien benar-benar membutuhkannya.
Penting untuk diingat bahwa penggunaan obat tanpa indikasi medis dapat menyebabkan paparan obat yang tidak perlu. Orang dengan influenza ringan umumnya disarankan untuk beristirahat, mencukupi kebutuhan cairan, dan memantau gejala di rumah. Namun, segera hubungi dokter jika pasien termasuk dalam kelompok berisiko, seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, atau mereka dengan penyakit penyerta atau daya tahan tubuh lemah, agar kebutuhan antivirus dapat dinilai secepatnya. Cari pertolongan darurat jika muncul gejala seperti sesak napas, nyeri dada, kebingungan, kesulitan untuk bangun, atau tanda-tanda dehidrasi.
Oseltamivir juga dapat digunakan untuk pencegahan dalam kondisi klinis tertentu, misalnya setelah terpapar atau saat menangani wabah di lingkungan tertentu. Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi secara mandiri sebagai langkah pencegahan. Jika ada kontak erat dengan pasien influenza atau kekhawatiran khusus, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.