Fakta Kesehatan

Penularan Rabies: Lebih dari Sekadar Gigitan Anjing

Rabies adalah penyakit berbahaya yang dapat menular melalui berbagai cara, bukan hanya melalui gigitan anjing. Penting untuk memahami berbagai jalur penularan agar dapat mencegah penyakit ini.

F
Fidzu Ardaf
28 September 2026
34 pembaca
ilustrasi anjing rabies (freepik.com/freepik)
ilustrasi anjing rabies (freepik.com/freepik)

Rabies merupakan penyakit virus yang sangat menular dan berbahaya, yang dapat menyerang baik manusia maupun hewan. Penularan penyakit ini paling sering terjadi melalui gigitan hewan yang terinfeksi, karena air liur hewan tersebut mengandung virus rabies. Meskipun gigitan anjing menjadi penyebab utama rabies pada manusia, ada banyak cara lain virus ini dapat menyebar.

Kompleksitas Penularan Rabies

Banyak orang beranggapan bahwa rabies hanya dapat menular melalui gigitan anjing. Namun, penularan rabies jauh lebih kompleks. Virus ini dapat menyebar melalui berbagai hewan dan jalur lain, selama ada kontak dengan air liur atau jaringan saraf dari hewan yang terinfeksi. Misalnya, di Amerika Serikat, sebagian besar kasus rabies berasal dari gigitan kelelawar. Selain itu, hewan seperti rakun, musang, dan rubah juga berisiko tinggi dalam penularan rabies.

Rabies dapat muncul dalam dua bentuk pada hewan. Pada manusia, gejala awal biasanya mirip dengan flu, seperti sakit kepala dan demam. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi kejang tenggorokan yang menyakitkan, ketakutan terhadap air, hingga kelumpuhan. Kabar baiknya, rabies dapat dicegah melalui vaksinasi.

Pentingnya Vaksinasi dan Penanganan

Secara global, gigitan anjing masih menjadi penyebab utama rabies pada manusia. Hal ini disebabkan oleh kedekatan anjing dengan manusia dan belum meratanya program vaksinasi anjing di berbagai negara. Anak-anak berusia 5 hingga 14 tahun menjadi kelompok yang paling rentan karena sering berinteraksi dengan anjing tanpa menyadari risiko yang ada.

Walaupun banyak kasus rabies terjadi akibat gigitan anjing, ini bukanlah satu-satunya cara penularan. Cakaran dari hewan yang terinfeksi juga dapat menularkan rabies, meskipun cara ini tidak umum. Jika cakar anjing terkontaminasi air liur, dan kemudian mencakar manusia hingga menimbulkan luka, risiko penularan tetap ada. Oleh karena itu, jika anjing peliharaan berinteraksi dengan hewan liar yang dicurigai terinfeksi rabies, sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan dan pastikan vaksinasinya lengkap.

Selain anjing, semua mamalia berpotensi menularkan rabies. Penularan dapat terjadi melalui gigitan, cakaran, atau kontak air liur dengan kulit yang terluka atau selaput lendir. Dalam kasus yang sangat jarang, rabies juga dapat menular melalui transplantasi organ atau paparan aerosol.

Artikel Terkait