Tuesday, 05 May 2026
Fakta Kesehatan

Penyebab Cuaca Panas Menurut BMKG: Kenapa Mandi Pun Tak Menghilangkan Rasa Gerah?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan faktor penyebab meningkatnya suhu udara yang membuat cuaca terasa semakin panas, meski setelah mandi.

N
Naufal Akbar
20 March 2026 28 pembaca
Penyebab Cuaca Panas Menurut BMKG: Kenapa Mandi Pun Tak Menghilangkan Rasa Gerah?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini menjelaskan alasan di balik cuaca yang semakin panas di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi mereka yang merasa tidak nyaman meskipun telah melakukan aktivitas seperti mandi. Menurut informasi yang disampaikan, penyebab utama dari fenomena ini berkaitan dengan perubahan iklim dan faktor lokal yang mempengaruhi suhu udara.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam pernyataannya menyebutkan, "Peningkatan suhu yang dirasakan masyarakat disebabkan oleh gelombang panas yang terjadi akibat terjadinya tekanan tinggi di atmosfer." Ia menambahkan bahwa kondisi ini dapat memicu peningkatan kelembapan yang membuat suhu terasa lebih panas di kulit. Ini menjelaskan mengapa meskipun seseorang telah mandi, rasa gerah yang dirasakan tetap ada.

Selain itu, BMKG juga mengungkapkan bahwa aktivitas manusia berkontribusi terhadap fenomena ini. Urbanisasi yang pesat, deforestasi, dan peningkatan emisi gas rumah kaca merupakan faktor-faktor yang memperburuk kondisi cuaca. "Kota-kota besar mengalami efek pulau panas, di mana suhu di daerah perkotaan bisa lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya," lanjut Dwikorita. Hal ini membuat masyarakat yang tinggal di area perkotaan merasakan dampak yang lebih signifikan terhadap suhu udara.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih memahami keadaan cuaca saat ini. Cuaca yang panas dan kelembapan yang tinggi menyebabkan ketidaknyamanan, sehingga disarankan untuk menjaga hidrasi tubuh dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu puncak. Seorang warga, Andi, berbagi pengalamannya, "Setelah mandi, saya masih merasa gerah. Ternyata cuaca memang panas dan lembap. Saya jadi lebih sulit beraktivitas." Hal ini menunjukkan bahwa keluhan yang dirasakan oleh banyak orang bukanlah tanpa dasar.

BMKG juga menjelaskan pentingnya pemantauan kondisi cuaca untuk mencegah dampak lebih lanjut. Mereka merencanakan untuk terus memberikan informasi terkini mengenai perubahan cuaca dan potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di masa mendatang. "Kami akan terus memantau dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika ada perubahan cuaca yang signifikan," tambah Dwikorita.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami fenomena cuaca panas ini serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mereka. Dalam konteks yang lebih luas, upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan melestarikan lingkungan perlu ditingkatkan guna meminimalisir dampak perubahan iklim di masa depan. BMKG berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat beradaptasi dengan kondisi cuaca yang ada.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait