Fakta Kesehatan

Penyebab Leher Kaku Setelah Seharian Bekerja di Depan Laptop

Leher yang kaku dan pegal sering dialami setelah berjam-jam bekerja di depan laptop. Beberapa faktor seperti posisi tubuh dan kebiasaan saat bekerja dapat berkontribusi terhadap kondisi ini.

F
Fidzu Ardaf
22 September 2026
37 pembaca
Ilustrasi sakit leher (magnific.com/stefamerpik)
Ilustrasi sakit leher (magnific.com/stefamerpik)

Setelah seharian bekerja di depan laptop, banyak orang mengalami leher yang terasa kaku dan pegal. Hal ini biasanya disebabkan oleh fokus yang terus menerus pada layar tanpa banyak mengubah posisi tubuh. Ketidaknyamanan ini dapat mulai dirasakan di tengah jam kerja dan sering kali berlanjut hingga setelah pekerjaan selesai, sehingga mengganggu aktivitas setelahnya.

Kondisi ini membuat gerakan seperti menoleh atau melihat ke bawah terasa lebih berat, karena otot leher sudah tegang. Berbagai kebiasaan saat bekerja juga berpengaruh, mulai dari posisi tubuh yang tidak tepat, layar yang terlalu rendah, hingga terlalu lama berada dalam posisi yang sama. Dengan mengenali kebiasaan ini, kita bisa melakukan penyesuaian sederhana untuk meningkatkan kenyamanan saat bekerja.

Posisi Layar dan Duduk yang Tepat

Menatap layar laptop dengan kepala yang terus menunduk dapat membuat otot leher bekerja dalam posisi yang tidak nyaman. Jika kebiasaan ini dilakukan selama berjam-jam, area leher dan bahu bisa menjadi tegang. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan posisi layar saat bekerja. Menggunakan penyangga laptop agar layar sejajar dengan pandangan dapat membantu. Selain itu, sesuaikan posisi duduk agar punggung tetap tersangga dengan baik, sehingga tidak perlu membungkukkan leher untuk melihat layar.

Jika menggunakan laptop dalam waktu lama, pertimbangkan juga untuk menggunakan keyboard dan mouse tambahan. Dengan cara ini, layar dapat berada pada posisi yang lebih tinggi tanpa harus mengangkat tangan secara berlebihan. Penyesuaian sederhana ini dapat membantu menciptakan posisi kerja yang lebih nyaman.

Pentingnya Istirahat dan Perubahan Posisi

Tubuh memerlukan perubahan posisi dan gerakan setelah duduk dalam waktu lama. Duduk terus menerus tanpa jeda dapat membuat otot di sekitar leher dan bahu menjadi kaku. Hal ini akan semakin terasa jika pekerjaan mengharuskan fokus di depan layar selama berjam-jam. Sisihkan waktu untuk berdiri, berjalan sejenak, atau melakukan peregangan ringan di sela-sela pekerjaan. Anda tidak perlu meninggalkan pekerjaan terlalu lama; cukup ambil beberapa menit untuk mengubah posisi dan memberi kesempatan bagi tubuh untuk bergerak.

Jeda singkat seperti ini dapat membantu tubuh agar tidak terus berada dalam posisi yang sama. Anda juga dapat mengatur pengingat untuk lebih mudah ingat berdiri dan bergerak secara berkala. Setelah itu, kembali bekerja dengan posisi tubuh yang lebih nyaman.

Kursi dan meja kerja yang tidak sesuai dapat mengubah posisi tubuh tanpa disadari. Misalnya, bahu yang terlalu membungkuk, punggung yang tidak tersangga dengan baik, atau layar yang terlalu rendah sehingga kepala harus terus menunduk. Jika dibiarkan, posisi ini dapat menyebabkan ketegangan pada leher dan bahu. Oleh karena itu, atur posisi kursi, meja, dan layar agar tubuh berada dalam posisi yang lebih nyaman. Pastikan punggung mendapatkan dukungan yang cukup, bahu tetap rileks, dan kedua kaki dapat bertumpu dengan baik.

Setelah seharian melihat laptop, banyak orang juga menghabiskan waktu dengan ponsel. Posisi kepala yang terus menunduk saat scrolling dapat membuat leher tetap dalam posisi yang sama terlalu lama. Kebiasaan ini jika dilakukan setiap hari setelah jam kerja dapat memperburuk kondisi leher. Berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dari layar dengan meletakkan ponsel sejenak dan melakukan aktivitas lain yang dapat membuat leher dan bahu lebih rileks.

Jika perlu menggunakan ponsel, usahakan untuk mengangkatnya lebih dekat dengan tinggi pandangan agar leher tidak terus menunduk. Sesekali ubah posisi dan beri jeda saat menggunakan ponsel dalam waktu lama. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi ketegangan pada leher setelah seharian bekerja di depan laptop.

Rutinitas yang banyak dihabiskan dalam posisi duduk membuat tubuh lebih jarang bergerak. Tanpa disadari, otot leher, bahu, dan punggung dapat menjadi kaku atau tegang, terutama ketika bekerja dalam posisi yang sama selama berjam-jam. Oleh karena itu, masukkan peregangan ringan dan aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian. Tidak perlu dilakukan dalam waktu lama, cukup beri tubuh jeda untuk bergerak dan ubah posisi secara berkala. Lakukan gerakan sesuai kemampuan dan hindari memaksakan tubuh saat merasa sakit.

Leher yang kaku setelah seharian bekerja dapat berkaitan dengan kebiasaan dan posisi tubuh selama beraktivitas. Memperbaiki posisi kerja, memberikan jeda, dan tetap aktif dapat membantu menjaga kenyamanan tubuh. Jika rasa kaku atau nyeri terasa berat, terus berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.

Artikel Terkait