Kurang tidur dapat mengganggu produksi serta kestabilan lapisan air mata, yang berfungsi untuk menjaga kelembapan mata. Hal ini membuat mata menjadi kering dan lebih rentan terhadap iritasi, sehingga pembuluh darah di permukaan mata melebar dan tampak merah. Selain itu, menatap layar dalam waktu lama juga mengurangi frekuensi berkedip, yang dapat memperburuk kondisi ini.
Gejala dan Penyebab Mata Merah
Ketika mengalami kurang tidur, seseorang mungkin merasakan berbagai keluhan seperti perih, berair, sensitivitas terhadap cahaya, kesulitan fokus, atau penglihatan yang sedikit kabur. Umumnya, keluhan ini dapat membaik dengan istirahat yang cukup, asupan cairan yang memadai, serta jeda dari layar komputer atau ponsel. Jika kemerahan pada mata berlangsung lama atau disertai dengan nyeri yang berat, gangguan penglihatan, atau pembengkakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Mata merah akibat kurang tidur bukan disebabkan oleh kekurangan oksigen atau pecahnya pembuluh darah. Sebaliknya, kurang tidur dapat mengganggu lapisan air mata yang melindungi permukaan mata, sehingga mata menjadi lebih kering dan mudah teriritasi. Akibatnya, pembuluh darah di permukaan mata menjadi lebih terlihat.
Pengaruh Menatap Layar dan Kebiasaan Mengucek Mata
Frekuensi berkedip yang berkurang saat menatap layar dapat mempercepat penguapan air mata, menjadikan mata lebih kering. Setelah begadang, mata bisa terasa berat, merah, perih, berair, dan lebih sensitif terhadap cahaya. Kebiasaan mengucek mata ketika merasa gatal atau tidak nyaman justru dapat memperparah iritasi, karena gesekan dari tangan dapat membuat konjungtiva semakin teriritasi.
Mata dapat tampak lebih merah setelah bangun tidur, terutama jika lapisan air mata sudah terganggu sebelumnya. Risiko ini meningkat pada individu yang tidur dengan mata sedikit terbuka, terpapar kipas angin atau AC yang mengarah ke wajah, atau yang memiliki alergi. Pada umumnya, mata merah akibat kurang tidur dapat membaik setelah mendapatkan istirahat yang cukup dan menjaga asupan cairan.
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi kemerahan pada mata, seperti tidur yang cukup dan memberikan waktu bagi mata untuk pulih setelah terpapar iritan. Namun, jika kemerahan pada mata terus berlanjut, sering kambuh, atau disertai gejala lain, penting untuk memeriksakan diri ke dokter mata. Segera cari bantuan medis jika mata merah disertai dengan nyeri berat, gangguan penglihatan, sensitivitas tinggi terhadap cahaya, keluarnya kotoran mata kental, pembengkakan yang signifikan, atau setelah mengalami cedera.
Pada akhirnya, istirahat yang cukup tetap menjadi salah satu cara utama untuk membantu mata kembali nyaman dan tampak lebih jernih.