Tuesday, 05 May 2026
Fakta Kesehatan

Peraturan PP TUNAS Diberlakukan, IDAI Ungkap Pengaruh Media Sosial terhadap Anak

Keluarga dan pendidikan digital menjadi sorotan IDAI dalam menghadapi dampak negatif media sosial terhadap anak seiring dengan berlakunya PP TUNAS.

A
Amara Rukmana
30 March 2026 18 pembaca
Peraturan PP TUNAS Diberlakukan, IDAI Ungkap Pengaruh Media Sosial terhadap Anak

Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Tunas, yang dikenal dengan PP TUNAS, kini resmi berlaku sebagai langkah awal dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap generasi muda yang semakin terpapar teknologi digital.

Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Aman Bhakti Pulungan, menyatakan pentingnya peran keluarga dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh media sosial. Ia menekankan, "Keluarga harus menjadi benteng pertama yang melindungi anak-anak dari konten berbahaya dan dampak psikologis yang mungkin muncul akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol." Dengan demikian, peran orang tua sangat vital dalam memberikan edukasi dan pembimbingan kepada anak-anak mengenai penggunaan media sosial.

Dalam konteks ini, PP TUNAS bertujuan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga bijak dalam menghadapi berbagai informasi yang beredar di dunia maya. Pengaturan ini juga mencakup pelatihan dan edukasi digital bagi anak-anak, sehingga mereka dapat menggunakan media sosial secara positif dan produktif.

Menilik dampak media sosial, banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan berlebihan terhadap platform digital dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mental pada anak, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan tidur. "Kita perlu memperhatikan seberapa banyak waktu yang dihabiskan anak-anak di depan layar dan konten apa yang mereka konsumsi," tambah Dr. Aman. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan preventif menjadi sangat penting untuk melindungi kesehatan mental anak.

Selain keluarga, IDAI juga menyerukan perlunya kerjasama antara lembaga pendidikan dan pihak berwenang untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Edukasi mengenai penggunaan media sosial yang bertanggung jawab perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah. "Pendidikan digital harus menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari di sekolah," ungkap Dr. Aman.

Melalui PP TUNAS, diharapkan dapat tercipta kesadaran yang lebih besar di kalangan masyarakat mengenai perlunya melindungi anak dari risiko yang dapat ditimbulkan oleh media sosial. Dengan dukungan yang kuat dari keluarga dan institusi pendidikan, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan di dunia digital.

Ke depan, IDAI berencana untuk terus memantau implementasi PP TUNAS dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan yang maksimal. Upaya ini bertujuan agar generasi penerus dapat beradaptasi dengan baik dalam era digital tanpa mengorbankan kesehatan mental dan kesejahteraan mereka.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait