Fakta Ekonomi

Pergerakan IHSG Pekan Lalu: Penutupan di Angka 6.177 dan Kapitalisasi Pasar Meningkat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.177 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 10.788 triliun dalam periode 15 hingga 19 Juni 2026. Meskipun terjadi peningkatan, rata-rata transaksi...

U
Ulam Kirana
21 June 2026
2 pembaca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan perkembangan perdagangan saham yang beragam selama sepekan terakhir, antara 15 hingga 19 Juni 2026. IHSG ditutup pada angka 6.177 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 10.788 triliun.

“Peningkatan tertinggi terjadi pada pergerakan IHSG selama sepekan sebesar 2,82 persen sehingga ditutup pada level 6.177,139 dari posisi 6.007,656 pada pekan lalu,” tulis BEI dalam keterangan resmi yang dirilis pada Ahad (21/6/2026).

Kenaikan Kapitalisasi Pasar dan Penurunan Transaksi Harian

Selama periode yang sama, kapitalisasi pasar BEI juga menunjukkan kenaikan. Dari 15 hingga 19 Juni 2026, kapitalisasi pasar meningkat 2,51 persen menjadi Rp 10.788 triliun, naik dari Rp 10.524 triliun pada pekan sebelumnya.

Namun, kinerja lainnya menunjukkan penurunan. Rata-rata nilai transaksi harian pada pekan ini turun sebesar 1,02 persen menjadi Rp 24,81 triliun, dibandingkan dengan Rp 25,06 triliun pada pekan lalu.

Volume dan Frekuensi Transaksi Menurun

Rata-rata volume transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 5,83 persen, menjadi 34,03 miliar lembar saham dari 36,14 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 10,33 persen, menjadi 2,25 juta kali transaksi dari 2,51 juta kali transaksi pada pekan lalu.

“Investor asing hari ini (akhir pekan ini) mencatatkan nilai jual bersih Rp 3,19 triliun dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 68,25 triliun,” terangnya.

Dalam sepekan terakhir, BEI juga melaksanakan sejumlah kegiatan untuk memperkuat transparansi dan literasi guna mendukung ketahanan di sektor pasar modal.

Artikel Terkait