Prananingrum Hanondaru Wigaringtyas, yang akrab disapa Hanon, telah resmi diterima di Program Studi Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Selain itu, Hanon juga mendapatkan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100%, yang berarti ia tidak perlu membayar biaya kuliah.
Di balik pencapaian yang membanggakan ini, terdapat cerita perjuangan yang penuh liku. Pada tahun 2021, Hanon mengalami kehilangan yang mendalam ketika ayahnya meninggal dunia. Sejak saat itu, ibunya, Tri Andayani, menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidup Hanon dan saudara-saudaranya.
Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan
Meski dihadapkan pada kondisi ekonomi yang sulit, Hanon tidak menyerah untuk mengejar impiannya berkuliah di UGM. Tanpa mengikuti bimbingan belajar berbayar, siswi dari SMAN 9 Yogyakarta ini mengandalkan metode belajar mandiri. Ia memanfaatkan materi yang diberikan di sekolah, menonton video pembelajaran di YouTube, serta rutin berlatih mengerjakan soal-soal yang dapat diakses di internet, hingga akhirnya berhasil lolos SNBT.
"Kalau mau les juga kasihan sama ibu, biayanya mahal," ungkap Hanon di laman resmi UGM pada Rabu (15/7/2026). Meski tanpa bimbingan belajar, Hanon berhasil meraih rata-rata skor SNBT 730, dan pada subtes Penalaran Matematika serta Pengetahuan Kuantitatif, ia memperoleh skor masing-masing 800.
Harapan Seorang Ibu
Tri Andayani tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat mendengar kabar baik mengenai keberhasilan putrinya. Ia menceritakan bahwa setiap kali mengantar Hanon ke sekolah dan melewati jalan yang terlihat gedung UGM, ia selalu berdoa agar putrinya dapat melanjutkan pendidikan di kampus tersebut. "Saya tidak bisa membantu dia belajar atau membiayai bimbel di luar. Yang bisa saya lakukan hanya berdoa," ujar Tri.
Tri berharap agar Hanon dapat memanfaatkan kesempatan kuliah ini sebaik-baiknya. Ia ingin putrinya menjalani perkuliahan dengan tekun dan menyelesaikan pendidikannya dengan baik. "UGM sudah memberi kemudahan kepada kami. Sekarang tinggal bagaimana dia membalasnya dengan prestasi. Semoga Hanon bisa memberikan hasil yang terbaik," harap Tri.