Fakta Kesehatan

Permainan Menarik untuk Meningkatkan Kesehatan Otak Dewasa

Berbagai permainan seperti TTS, mahjong, dan catur dapat membantu melatih kemampuan kognitif, meskipun tidak terbukti mencegah demensia. WHO merekomendasikan stimulasi kognitif sebagai cara untuk meng...

F
Fidzu Ardaf
18 October 2026
14 pembaca
ilustrasi orang dewasa bermain mahjong (unsplash.com/Jason Leung)
ilustrasi orang dewasa bermain mahjong (unsplash.com/Jason Leung)

Permainan seperti teka-teki silang (TTS), mahjong, Go, permainan kognitif digital, dan catur memiliki potensi untuk melatih memori, penalaran, strategi, serta kecepatan dalam memproses informasi. Penelitian yang dilakukan pada lansia dan individu dengan gangguan kognitif ringan menunjukkan adanya perbaikan dalam kemampuan kognitif, meskipun ukuran sampel dan manfaat bervariasi tergantung pada jenis permainan dan kemampuan yang diukur. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan stimulasi kognitif serta aktivitas sosial untuk mengurangi risiko penurunan kognitif, meskipun permainan tersebut belum terbukti dapat mencegah demensia atau menggantikan pemeriksaan medis.

Di sore hari, banyak orang menghabiskan waktu dengan mengerjakan teka-teki silang, bermain catur, atau memainkan permainan di smartphone. Aktivitas ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga tantangan bagi pikiran. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah permainan tertentu benar-benar dapat meningkatkan kesehatan otak? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa permainan dapat membantu melatih kemampuan tertentu seperti memori kerja, penalaran, dan kecepatan dalam memproses informasi, meskipun tidak secara otomatis mencegah penyakit seperti Alzheimer atau demensia.

Permainan yang Direkomendasikan

WHO merekomendasikan stimulasi kognitif dan kegiatan sosial sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko penurunan kognitif dan demensia. Rekomendasi ini mencakup berbagai kegiatan yang dapat merangsang pikiran. Berikut adalah beberapa permainan yang telah diteliti dan relatif mudah diakses:

  1. Teka-teki silang
  2. Mahjong
  3. Go
  4. Permainan latihan kognitif digital
  5. Catur dan permainan papan lainnya

Manfaat Teka-teki Silang dan Mahjong

Teka-teki silang dapat ditemukan dalam berbagai media, mulai dari koran hingga aplikasi. Untuk mengisi satu kotak, pemain harus mengingat kata, memahami petunjuk, dan mencocokkan jawaban dengan huruf yang telah terisi. Proses ini melibatkan memori dan kemampuan berbahasa. Dalam sebuah uji klinis yang melibatkan 107 orang dengan gangguan kognitif ringan, peserta dibagi menjadi dua kelompok yang berlatih TTS digital atau permainan kognitif berbasis web. Setelah pemantauan selama 78 minggu, kelompok yang berlatih TTS menunjukkan hasil yang lebih baik pada ukuran kognisi utama dibandingkan dengan kelompok permainan digital. Namun, hasil ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, karena peserta mengalami gangguan kognitif ringan, bukan individu sehat.

Mahjong adalah permainan yang melibatkan mencocokkan dan menyusun keping berdasarkan aturan tertentu. Pemain harus mengingat keping yang telah dimainkan, menyusun strategi, dan menyesuaikan rencana saat permainan berlangsung. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 56 lansia dengan gangguan kognitif ringan, kelompok yang bermain mahjong tiga kali seminggu selama 12 minggu menunjukkan perbaikan dalam beberapa ukuran fungsi kognitif dan aktivitas sehari-hari. Meskipun hasil ini menunjukkan bahwa mahjong dapat menjadi latihan kognitif yang menarik, jumlah partisipan yang sedikit dan hasil yang tidak otomatis berlaku untuk semua usia atau kondisi kesehatan harus diperhatikan.

Permainan Lain yang Menarik

Go, yang juga dikenal sebagai baduk, dimainkan dengan meletakkan batu hitam dan putih di papan untuk menguasai wilayah. Aturannya sederhana, tetapi pemain harus memperhatikan pola, memperkirakan langkah lawan, dan mengingat posisi batu. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 72 orang dewasa lansia, peserta mengikuti pelajaran Go selama 12 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan memori kerja visual membaik pada kelompok yang berlatih secara langsung maupun yang menggunakan tablet. Bagi yang tidak memiliki papan atau teman bermain, Go dapat dipelajari melalui versi digital.

Permainan kognitif digital biasanya berisi latihan singkat untuk mengingat pola, memilah informasi, memecahkan soal, atau merespons rangsangan dengan cepat. Permainan jenis ini dapat dengan mudah diakses melalui smartphone atau komputer. Sebuah meta-analisis terhadap 16 studi dengan total 1.543 peserta berusia di atas 60 tahun menemukan perbaikan dalam beberapa kemampuan setelah menggunakan permainan kognitif digital komersial. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan perbaikan yang signifikan pada perhatian atau kemampuan visuospasial.

Catur dapat dimainkan baik dengan papan fisik maupun aplikasi. Permainan ini mengharuskan pemain untuk mempertimbangkan langkah ke depan, mengingat posisi buah, dan menyesuaikan strategi. Tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap permainan papan tradisional menunjukkan adanya perbaikan dalam sejumlah ukuran kognisi umum. Namun, hasilnya bervariasi tergantung pada jenis permainan dan kemampuan yang diukur. Catur, misalnya, lebih jelas berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup pada kelompok lanjut usia.

Penelitian jangka panjang terhadap 1.091 orang dewasa di Skotlandia menunjukkan bahwa kebiasaan bermain permainan analog berkaitan dengan penurunan kognitif yang lebih kecil pada usia lanjut. Namun, penelitian observasional seperti ini hanya menunjukkan hubungan, bukan sebab akibat. Sebagian besar bukti tentang permainan dan kognisi berasal dari kelompok lanjut usia atau individu dengan gangguan kognitif ringan, sehingga manfaat yang sama belum tentu berlaku bagi orang dewasa muda atau paruh baya. Penelitian juga belum menentukan durasi bermain yang paling tepat untuk semua orang.

Anda dapat bermain TTS, catur, permainan kartu, atau permainan kognitif di smartphone. Anggaplah permainan sebagai salah satu bentuk stimulasi pikiran dan hiburan. Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukan pengganti pemeriksaan atau perawatan jika Anda mengalami masalah dengan ingatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Artikel Terkait