Fakta Nasional

--- Pria di Semarang Memukul Selingkuhan Istri Hingga Buta dengan Sapu ---

--- Seorang pria berinisial AS di Semarang ditangkap setelah memukul selingkuhan istrinya, M, hingga mengalami kebutaan permanen. Insiden tersebut terjadi pada 8 Maret 2026 saat AS mendapati istrinya...

S
Stevani Nila Wardana
14 July 2026
46 pembaca
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
---TITLEEXCERPT--- Seorang pria berinisial AS di Semarang ditangkap setelah memukul selingkuhan istrinya, M, hingga mengalami kebutaan permanen. Insiden tersebut terjadi pada 8 Maret 2026 saat AS mendapati istrinya bersama korban. ---CONTENT---

Seorang pria berinisial AS (37) ditangkap di Tampirejo, Kota Semarang, setelah melakukan pemukulan terhadap M (28), yang merupakan selingkuhan istrinya, hingga menyebabkan kebutaan permanen. Kejadian ini berlangsung pada 8 Maret 2026, dan AS ditangkap di kediamannya pada Kamis, 9 Juli.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menjelaskan, "Jadi yang dilakukan oleh tersangka ini adalah memukul korban menggunakan sapu. Menyebabkan matanya menjadi buta permanen," ungkapnya.

Awal Mula Perselingkuhan

Riki mengungkapkan bahwa istri AS awalnya berkenalan dengan M melalui media sosial TikTok. Keduanya kemudian bertemu dan pergi bersama di wilayah Demak pada 8 Juni. Tindakan tersebut diketahui oleh AS, yang merasa cemburu dan marah.

"Diberhentikanlah waktu itu di TKP-nya di Mranggen. Nah setelah di Mranggen karena itu ya masalah hubungan rumah tangga, setelah itu dibawalah ke rumahnya Tampirejo," jelas Riki.

Konsekuensi Emosional

Setelah pertemuan tersebut, AS dan M dihadapkan dalam sidang keluarga di rumah tersangka. Dalam keadaan emosi, AS memukul mata M menggunakan sapu, yang disaksikan oleh anggota keluarga lainnya. Riki menambahkan, "Waktu itu sempat ada sidang keluarga. Kemudian statement dari tersangkanya memang khilaf dan terbawa emosi. Kemudian menyabetkan sapu itu ke arah korban, kenalah ke matanya."

Insiden ini menunjukkan dampak serius dari kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuhan, yang dapat berujung pada konsekuensi hukum yang berat bagi pelaku.

Artikel Terkait