Fakta Politik

PSI Menanggapi Tuduhan PDIP Terkait Perekrutan Kader

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, memberikan tanggapan terhadap pernyataan politisi PDIP, Deddy Yevri Sitorus, mengenai tuduhan 'bajak-membajak' kader dari partai lain. Bestari menilai pernyataan tersebut...

S
Stevani Nila Wardana
15 June 2026
2 pembaca
PSI Menanggapi Tuduhan PDIP Terkait Perekrutan Kader
Ilustrasi. Ketua DPP PSI Bestari Barus menanggapi tudingan PDIP soal 'bajak-membajak' kader. (Detikcom/Tara Wahyu)

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP PSI, Bestari Barus, merespons pernyataan politisi PDIP, Deddy Yevri Sitorus, yang menuduh PSI melakukan 'bajak-membajak' kader dari partai lain. Dalam keterangannya melalui sambungan telepon pada Senin (15/6), Bestari menyatakan, "Saya kira kurang tepat ya kalau dibilang bajak-membajak, mungkin kalau sudah bosan di PDIP kemudian pindah ke PSI itu lebih bisa diterima gitu, lebih realistis gitu."

Pindah Karena Bosan

Bestari menjelaskan bahwa ada kemungkinan kader-kader dari PDIP memilih untuk beralih ke PSI karena merasa jenuh dan ingin bergabung dalam perjuangan bersama Jokowi. Ia menambahkan, "Mungkin mereka ingin berjuang bersama Jokowi yang pernah memenangkan Pemilu hingga lima kali."

Saran untuk PDIP

Bestari juga memberikan kritik kepada Deddy, dengan menyarankan agar Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri, lebih aktif turun ke lapangan untuk berinteraksi dengan masyarakat di seluruh Indonesia. Ia menegaskan, "Masa partai gede ngurusin PSI, ngurusin Jokowi, katanya sudah lupa sama Jokowi, tapi kelihatannya tidak pernah mau move on gitu loh."

Pernyataan Bestari ini merupakan tanggapan terhadap Deddy yang sebelumnya menuduh PSI sedang gencar merekrut kader dari berbagai partai, termasuk PDIP, NasDem, Demokrat, dan PAN. Deddy juga menekankan bahwa PDIP akan terus memantau pergerakan PSI yang berupaya membujuk kader-kader mereka.

Ia menegaskan, "Ingat, partai-partai lain pun akan berhadapan dengan mereka karena upaya untuk membajak kader partai-partai lain. Ini banyak sekali terlihat gejalanya, terutama di basis-basis Nasdem, Demokrat, dan PAN. Jadi mereka tidak saja berhadapan dengan PDIP, tetapi juga dengan partai-partai lain yang kadernya dipungut untuk membesarkan PSI secara instan," kata Deddy saat dihubungi pada hari yang sama.

Artikel Terkait