JAKARTA - Puan Maharani, Ketua DPR RI, mengungkapkan bahwa masalah sekolah yang minim peminat di sejumlah daerah telah menjadi perhatian utama Komisi X yang menangani pendidikan. "Sekolah sepi peminat ini memang pertama kali menjadi sorotan di komisi kami, Komisi X juga telah menerima laporan yang mempertanyakan hal ini," ujar Puan saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, pada Selasa (21/7).
Puan, yang juga merupakan Ketua DPP PDI Perjuangan, menyatakan bahwa pihak legislatif telah meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh mengenai kondisi sekolah-sekolah yang sepi peminat. "Kami meminta kepada kementerian terkait untuk mengevaluasi hal tersebut," tambahnya.
Fokus Evaluasi pada Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan
Putri dari Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, itu menjelaskan bahwa fokus dari evaluasi tersebut dapat diarahkan pada perbaikan dan penelusuran terkait aksesibilitas sekolah serta mutu pendidikan yang ditawarkan. "Apakah jaraknya memang cukup jauh dari tempat penduduk, ataukah kualitasnya yang kurang, atau apakah memang tidak ada murid yang mendaftar, dan lain-lain. Jadi, evaluasi ini memang harus dilakukan secara menyeluruh oleh pemerintah," jelasnya.
Fenomena Kekurangan Siswa di Sekolah Negeri
Sebelumnya, teridentifikasi fenomena di mana beberapa sekolah negeri mengalami kekurangan siswa. Data menunjukkan adanya 61 SD negeri dan delapan SMP negeri yang mengalami masalah ini pada tahun ajaran 2026-2027. Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan juga melaporkan bahwa terdapat dua SD negeri yang masing-masing hanya menerima satu siswa pada tahun ajaran yang sama.