Qodari menyoroti adanya perbedaan mendasar dalam regulasi penyebaran informasi antara media massa dan media sosial. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat dampaknya terhadap masyarakat dan kebebasan berekspresi.
Menurut Qodari, media massa diatur dengan ketat melalui berbagai regulasi yang mengharuskan mereka untuk mematuhi standar tertentu dalam penyampaian berita. Sementara itu, media sosial cenderung memiliki aturan yang lebih longgar, memungkinkan informasi menyebar dengan cepat tanpa pengawasan yang sama. Ia menjelaskan bahwa perbedaan ini dapat menyebabkan misinformasi dan hoaks lebih mudah menyebar di platform-platform digital.
Lebih lanjut, Qodari mengungkapkan bahwa masyarakat perlu lebih kritis dalam menyaring informasi yang diterima dari media sosial. Ia menekankan pentingnya literasi media untuk membantu individu memahami dan mengevaluasi sumber informasi yang mereka akses.
Dengan perbedaan ini, Qodari berharap ada upaya untuk menciptakan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab dalam penyebaran informasi. Ia mendorong diskusi lebih lanjut mengenai bagaimana regulasi dapat diperbarui untuk menghadapi tantangan yang muncul di era digital.
Ke depan, diharapkan akan ada langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu ini dan memperkuat regulasi yang ada untuk media sosial, sehingga informasi yang beredar dapat lebih akurat dan bertanggung jawab.