Jakarta - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswa Indonesia di kancah internasional. Tim Indonesia berhasil meraih lima medali dalam ajang 56th International Physics Olympiad (IPhO) 2026 yang diselenggarakan di Bucaramanga, Kolombia, pada tanggal 4 hingga 12 Juli 2026. Dalam kompetisi fisika yang paling prestisius bagi pelajar SMA di seluruh dunia ini, Indonesia berhasil mengumpulkan satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.
IPhO 2026 diikuti oleh 381 peserta dari 93 negara yang bersaing dalam bidang teori dan eksperimen fisika. Medali emas diraih oleh Evan Syatia To dari SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten. Sementara itu, dua medali perak diperoleh oleh Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya, DKI Jakarta dan Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa, DI Yogyakarta. Dua medali perunggu disumbangkan oleh Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta dan Juan Richie dari SMAS Kristen Immanuel, Pontianak, Kalimantan Barat.
Pencapaian yang Menggembirakan
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan awal yang baik bagi kontingen Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional tahun ini. "Menjadi awal yang baik dengan torehan satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu. Tentunya raihan prestasi ini akan membangkitkan semangat adik-adik yang akan berkompetisi ke ajang talenta internasional lainnya," ujar Irene.
Persiapan yang Matang
Irene menjelaskan bahwa para peserta telah menjalani pembinaan intensif dari Puspresnas sebelum mengikuti kompetisi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa-siswa Indonesia mampu bersaing dengan talenta terbaik di dunia. "Mereka telah menjalani persiapan dengan mengikuti pembinaan dari Puspresnas. Hal ini menjadi bukti bahwa murid Indonesia mampu bersaing dengan talenta terbaik dunia melalui kerja keras, semangat belajar, dan pembinaan yang berkelanjutan," jelasnya.
Dalam IPhO 2026, Tim Indonesia didampingi oleh dua pembina, Budhy Kurniawan dari Universitas Indonesia dan Getbogi Hikmawan dari Institut Teknologi Bandung. Budhy, yang juga menjabat sebagai Team Leader Indonesia, mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pembinaan peserta hingga berhasil membawa pulang lima medali. "Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap pihak yang telah mendukung, khususnya Pusat Prestasi Nasional, Kemendikdasmen dalam membina para generasi muda Indonesia untuk meraih prestasi terbaik," katanya.
Peraih medali emas, Evan, mengungkapkan kebanggaannya dapat memberikan hasil terbaik untuk Indonesia setelah melalui proses yang panjang sejak Olimpiade Sains Nasional (OSN). "Perjalanannya sangat panjang mulai dari Olimpiade Sains Nasional. Saya sangat bangga bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia," ujar Evan.
Sementara itu, Gusti Komang Abhika Atmaja, peraih medali perak, mengaku mengalami peningkatan prestasi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada IPhO 2025, ia mendapatkan Honorable Mention, sedangkan tahun ini berhasil meraih medali perak. "Tahun lalu saya dapat Honorable Mention di IPhO dan tahun ini dapat medali perak. Sungguh jadi pengalaman yang berharga untuk saya ke depannya. Terima kasih Kemendikdasmen dan Puspresnas," tuturnya.
International Physics Olympiad (IPhO) merupakan olimpiade fisika internasional yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kompetisi ini menguji kemampuan peserta secara individu melalui dua tahap, yaitu tes eksperimen dan tes teori yang masing-masing berlangsung selama lima jam. Materi yang diujikan mencakup mekanika, termodinamika dan fisika statistika, medan elektromagnetik, optik, serta fisika modern dan kuantum. Seluruh hasil penilaian kemudian dimoderasi oleh dewan juri internasional sebelum pengumuman pemenang.