Ketika seseorang mengalami demam berdarah dengue (DBD), pemantauan angka trombosit harus dilakukan bersamaan dengan pengamatan terhadap gejala dan kondisi pasien. Fase berisiko dapat muncul ketika demam mulai menurun. Perawatan pendukung yang meliputi istirahat, cukup minum sesuai arahan dokter, dan penggunaan obat demam yang tepat sangat penting. Transfusi trombosit tidak selalu diperlukan hanya karena hasil laboratorium menunjukkan angka yang rendah.
Seringkali, ketika hasil tes darah menunjukkan penurunan trombosit, keluarga pasien merasa khawatir dan ingin segera memberikan sesuatu untuk meningkatkan jumlah trombosit. Kekhawatiran ini dapat dimaklumi, namun dalam kasus demam dengue, angka trombosit hanyalah salah satu aspek dari pemantauan yang dilakukan oleh dokter. Mereka juga akan mengevaluasi gejala, kondisi sirkulasi, asupan cairan, jumlah urine, dan hasil pemeriksaan darah lainnya.
Langkah-Langkah Perawatan yang Dapat Dilakukan
Tidak ada obat antivirus yang khusus untuk dengue, sehingga perawatan lebih fokus pada pemantauan dan dukungan bagi tubuh. Fase yang perlu diwaspadai biasanya terjadi antara hari ketiga hingga kedelapan setelah demam mulai, dan sering kali bertepatan dengan penurunan demam.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu pasien menjalani masa sakit dengan lebih aman:
- Ikuti jadwal pemeriksaan dan pantau kondisi pasien secara rutin.
- Cukupi kebutuhan cairan dengan baik.
- Utamakan istirahat yang cukup.
- Pilih obat demam dengan hati-hati.
- Konsumsi makanan yang dapat ditoleransi oleh pasien.
- Jangan meminta transfusi untuk meningkatkan jumlah trombosit tanpa indikasi medis yang jelas.
- Segera cari pertolongan medis jika muncul tanda-tanda bahaya.
Pemeriksaan darah lengkap dapat dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter. Para ahli merekomendasikan pemantauan secara berkala, idealnya setiap hari untuk pasien yang dirawat di rumah, serta pemeriksaan darah sesuai kebutuhan klinis. Keputusan mengenai perawatan harus didasarkan pada gambaran keseluruhan kondisi pasien, bukan hanya pada satu hasil trombosit.
Penting untuk mencatat kapan demam mulai, perubahan gejala, seberapa banyak pasien dapat minum, dan frekuensi buang air kecil. Informasi ini sangat membantu dokter dalam menentukan apakah pasien masih bisa dirawat di rumah atau perlu dirawat di rumah sakit.
Pentingnya Asupan Cairan dan Istirahat
Pada pasien yang tidak menunjukkan tanda bahaya dan masih mampu minum, biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi cairan oral. Air putih dan cairan lain yang direkomendasikan oleh dokter dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan pasien. Namun, pasien tidak boleh dipaksa untuk mengonsumsi cairan dalam jumlah yang berlebihan atau melakukan infus sendiri. Kebutuhan cairan dan pemberian infus harus dinilai oleh dokter, terutama jika kondisi pasien mulai memburuk.
Istirahat yang cukup sangat membantu pasien dalam menghemat tenaga saat tubuh melawan infeksi. Ini merupakan bagian penting dari penanganan pasien dengue yang tidak menunjukkan tanda bahaya dan dirawat di rumah.
Untuk mengurangi demam, penggunaan parasetamol dianjurkan. Sebaiknya hindari obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen, kecuali jika dokter memberikan saran khusus untuk menggunakannya, karena obat tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan pada pasien dengue.
Makanan bergizi juga penting untuk membantu pasien memenuhi kebutuhan energi selama sakit, sesuai dengan selera dan kemampuan makan mereka. Namun, belum ada makanan tertentu yang terbukti efektif dalam meningkatkan trombosit atau mencegah kondisi dengue menjadi lebih parah.
Daun pepaya sering kali menjadi perbincangan dalam konteks ini. Namun, perlu dibedakan antara ekstrak daun pepaya yang diteliti dan jus buah pepaya biasa. Tinjauan penelitian yang dilakukan pada tahun 2026 menemukan 14 studi mengenai ekstrak daun pepaya, tetapi hasilnya belum cukup konsisten untuk direkomendasikan dalam praktik klinis.
Transfusi trombosit tidak selalu dilakukan setiap kali jumlah trombosit rendah. Pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar transfusi pencegahan tidak diberikan kepada pasien dengue berat dengan trombosit di bawah 50.000 per mikroliter jika tidak ada perdarahan aktif. Keputusan ini bersifat kondisional dan dokter akan menilai keadaan pasien secara menyeluruh.
Dalam uji klinis yang melibatkan 372 orang dewasa dengan dengue dan trombosit yang sangat rendah, transfusi pencegahan tidak menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan perawatan pendukung dalam mencegah perdarahan. Kejadian tidak diinginkan lebih banyak terjadi pada kelompok yang menerima transfusi.
Namun, transfusi tetap dapat dipertimbangkan oleh dokter dalam situasi tertentu, termasuk jika terjadi perdarahan yang signifikan. Jika pasien mengalami gejala seperti nyeri perut berat, muntah terus-menerus, perdarahan dari gusi atau hidung, muntah darah, perubahan kesadaran, atau tampak semakin lemah, segera cari pertolongan medis. Tanda bahaya lainnya yang perlu diperiksa oleh dokter meliputi penumpukan cairan dan perubahan hematokrit. Pasien dengan tanda bahaya harus dirawat di rumah sakit.
Waspadai juga fase saat demam mulai turun. Pada dengue, penurunan demam tidak selalu berarti risiko telah berlalu. Jika pasien kesulitan minum, frekuensi buang air kecil berkurang, atau kondisinya memburuk, segera hubungi dokter.