Stroke yang terjadi saat seseorang sedang tidur sering kali baru terdeteksi ketika mereka terbangun. Gejala dapat muncul secara tiba-tiba, seperti wajah yang tampak tidak simetris, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau kesulitan berbicara. Selain itu, gangguan keseimbangan, kebingungan mendadak, dan sakit kepala hebat tanpa penyebab yang jelas juga perlu diwaspadai.
Segera hubungi layanan darurat medis jika menemukan gejala tersebut. Catat waktu terakhir orang tersebut terlihat normal sebelum tidur dan kapan gejala mulai muncul. Misalnya, seseorang mungkin terbangun dan mendapati salah satu lengannya sulit diangkat, senyumnya tampak tidak seimbang, atau kata-katanya terdengar pelo. Keluarga mungkin mengira bahwa orang tersebut masih mengantuk atau lengannya tertindih, namun kelemahan yang muncul tiba-tiba, terutama jika disertai perubahan pada wajah atau bicara, harus dianggap sebagai keadaan darurat.
Tanda-Tanda yang Perlu Dikenali
Gejala stroke biasanya muncul secara mendadak. Untuk membantu mengingat beberapa tanda utama, dapat menggunakan akronim B.E. F.A.S.T. Tanda lain yang perlu diwaspadai termasuk kebingungan mendadak dan sakit kepala hebat yang tidak memiliki penyebab jelas. Tidak semua tanda harus muncul bersamaan; perubahan kecil, seperti suara bicara yang mendadak berbeda, tetap harus dianggap serius jika muncul tiba-tiba.
Segera hubungi ambulans atau layanan kegawatdaruratan medis setempat. Sampaikan gejala yang terlihat dan catat dua waktu: kapan orang tersebut terakhir terlihat normal sebelum tidur dan kapan gejala pertama kali diketahui. Informasi ini akan membantu tim medis dalam menentukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Jangan menunggu untuk melihat apakah gejalanya hilang, dan jangan meminta pasien untuk menyetir sendiri ke rumah sakit.
Langkah Pertolongan Pertama yang Diperlukan
Jangan memberikan aspirin tanpa arahan medis. Stroke dapat disebabkan oleh sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, dan aspirin dapat memperburuk perdarahan. Hindari juga memberikan makanan atau minuman, karena kemampuan menelan mungkin terganggu. Meskipun gejala mereda, tetap diperlukan penilaian medis segera. Kondisi ini dapat berkaitan dengan serangan iskemik sementara (TIA atau mini stroke), yang juga merupakan keadaan darurat dan bisa menjadi pertanda akan terjadinya stroke.
Penanganan stroke tergantung pada jenis stroke, waktu, kondisi pasien, dan hasil pemeriksaan pencitraan otak. Pedoman dari American Heart Association dan American Stroke Association 2026 menyebutkan bahwa beberapa pasien dengan stroke iskemik yang waktu mulainya tidak diketahui, termasuk mereka yang terbangun dengan gejala, dapat dipertimbangkan untuk terapi tertentu jika pencitraan menunjukkan jaringan otak yang masih dapat diselamatkan. Keputusan ini hanya dapat diambil oleh tim medis setelah melakukan pemeriksaan.
Uji klinis WAKE-UP yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine juga meneliti terapi untuk pasien dengan waktu awal stroke yang tidak diketahui. Pasien dipilih berdasarkan hasil MRI, bukan hanya perkiraan kapan gejala mulai. Temuan ini membantu mendasari pendekatan pencitraan untuk sebagian pasien, tetapi tidak berarti setiap orang yang bangun dengan gejala akan memenuhi syarat untuk terapi tersebut.
Jika seseorang terbangun dengan wajah yang tidak simetris, kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, atau gangguan penglihatan dan keseimbangan yang muncul tiba-tiba, anggaplah itu sebagai keadaan darurat. Catat waktu terakhir ia terlihat normal dan segera cari pertolongan medis.