Wednesday, 06 May 2026
Fakta Pendidikan

Studi Mengungkap Alasan Anak 'Mengabaikan' Kata Mama Saat Remaja, Terkait Otak

Sebuah studi terbaru menjelaskan bahwa perubahan perilaku anak yang mulai mengabaikan suara ibu saat remaja bukan hanya disebabkan oleh pemberontakan, tetapi juga karena perubahan biologis di otak.

A
Amara Rukmana
05 May 2026 5 pembaca
Studi Mengungkap Alasan Anak 'Mengabaikan' Kata Mama Saat Remaja, Terkait Otak
detik.com Sumber: detik.com

Hubungan antara orang tua dan anak sering kali menjadi lebih rumit ketika anak memasuki masa remaja. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan perilaku ini tidak hanya disebabkan oleh pemberontakan atau pola asuh yang salah, melainkan karena adanya pergeseran biologis pada otak anak. Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Stanford University, California, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa pada usia sekitar 13 tahun, otak remaja mulai mengalami perubahan neurologis yang signifikan.

Pada tahap ini, otak tidak lagi memprioritaskan suara ibu dan mulai lebih responsif terhadap suara-suara baru di luar rumah, sebagaimana dilansir oleh Futura Sciences. Dalam penelitian ini, 46 anak muda berusia antara 7 hingga 16 tahun dan ibu mereka dilibatkan. Metode yang digunakan meliputi perekaman suara para ibu yang kemudian diperdengarkan kepada anak-anak mereka. Selama mendengarkan suara tersebut, para peneliti mengukur aktivitas neurologis dalam otak anak menggunakan pemindaian MRI.

Hasil penelitian ini memberikan alasan medis atas fenomena sosial yang sering memicu konflik dalam keluarga. Diketahui bahwa otak anak-anak di bawah usia 12 tahun bereaksi sangat kuat terhadap suara ibu mereka. Namun, bagi remaja berusia 13 hingga 16 tahun, aktivitas saraf yang muncul saat mendengar suara ibu justru jauh lebih rendah. Penelitian ini dipublikasikan oleh Daniel A Abrams dan rekan-rekannya di Journal of Neuroscience (2022).

Perubahan mendadak pada perilaku remaja sering kali hanya dijelaskan melalui perspektif sosiologis. Ada anggapan umum bahwa remaja mulai berubah karena mereka tumbuh dewasa, bertemu orang-orang baru, mencari kebebasan, dan mengikuti fase kehidupan. Namun, temuan biologis di laboratorium menunjukkan bahwa alasan 'pemberontakan' remaja ternyata lebih kompleks.

Sejak lahir hingga sekitar usia 12 tahun, suara ibu merupakan salah satu sinyal paling penting bagi otak anak. Otak memperlakukan suara tersebut sebagai pusat keamanan dan penghargaan. Hasil pindai MRI menunjukkan bahwa mendengar suara ibu saja sudah cukup untuk memicu aktivitas saraf yang sangat kuat di area otak yang mengatur emosi dan kepuasan. Namun, kondisi ini berubah saat anak menginjak usia 13 tahun, di mana suara-suara asing yang belum dikenal mulai menghasilkan respons saraf yang lebih kuat dibandingkan suara ibu mereka sendiri.

Secara biologis, ini adalah fase di mana otak anak mulai membuka diri terhadap dunia yang lebih luas dan mulai membangun identitas mandiri. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai dinamika hubungan orang tua dan anak selama masa remaja, serta menyoroti pentingnya memahami perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anak.

// Artikel Terkait