Jika seseorang mengalami gejala flu setelah berinteraksi dekat dengan babi, penting untuk segera menghubungi dokter dan menjelaskan detail mengenai paparan tersebut. Gejala seperti sesak napas, nyeri dada, kebingungan, kejang, atau tanda-tanda dehidrasi memerlukan pertolongan medis segera. Gejala flu dari varian ini sering kali sulit dibedakan dari flu biasa, dan tes cepat yang umum tidak selalu dapat menunjukkan sumber virusnya.
Contohnya, seseorang yang baru saja kembali dari peternakan atau membantu merawat babi mungkin mengalami demam dan batuk beberapa hari setelahnya. Meski keluhan tersebut bisa disebabkan oleh flu musiman atau virus pernapasan lainnya, penting untuk memberitahukan riwayat kontak dengan babi kepada tenaga medis. Virus influenza yang biasanya menyerang babi kadang-kadang dapat menginfeksi manusia, dan ketika ini terjadi, infeksi tersebut dikenal sebagai influenza varian, yang berbeda dari influenza musiman yang umum.
Langkah-Langkah yang Harus Diambil
Berikut adalah beberapa langkah yang perlu diambil jika gejala muncul setelah kontak dengan babi:
- Hubungi dokter segera jika gejala muncul setelah berinteraksi dengan babi.
- Ketahui siapa yang perlu menghubungi dokter lebih awal.
- Kenali tanda-tanda yang memerlukan pertolongan segera.
- Jangan hanya mengandalkan tes cepat untuk memastikan asal virus.
- Sambil menunggu arahan, batasi kontak dengan orang lain.
Paparan terhadap babi dalam tujuh hari sebelum gejala muncul bisa menjadi petunjuk penting bagi dokter dalam menilai kemungkinan influenza varian. Paparan ini dapat mencakup menyentuh babi atau cairan tubuhnya, memberi makan, membersihkan kandang, berada di lingkungan terkontaminasi, terutama jika ada babi yang sakit, atau berinteraksi dengan orang yang baru terpapar babi dan kemudian jatuh sakit.
Jika dalam periode tersebut muncul gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, atau keluhan flu lainnya, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan. Pastikan untuk menyampaikan kapan paparan terjadi, aktivitas yang dilakukan saat itu, serta kondisi babi yang terlibat. Informasi ini sebaiknya disampaikan sejak awal dan tidak menunggu hingga kondisi memburuk.
Gejala dan Kelompok Berisiko
Gejala influenza varian sering kali mirip dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan rasa lemas. Beberapa orang juga dapat mengalami mual, muntah, diare, atau mata merah. Karena gejalanya serupa, influenza varian dan flu musiman umumnya tidak dapat dibedakan hanya berdasarkan gejala saja.
Anak-anak di bawah lima tahun, orang berusia 65 tahun ke atas, ibu hamil, individu dengan penyakit kronis, serta mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi flu. Jika termasuk dalam kelompok ini dan mengalami gejala setelah terpapar babi, segeralah menghubungi tenaga medis, meskipun keluhan terasa ringan.
Dokter akan mengevaluasi apakah pemeriksaan atau obat antivirus diperlukan. Obat antivirus biasanya lebih efektif jika diberikan segera setelah gejala muncul. Oleh karena itu, jangan menunda untuk menghubungi dokter hanya untuk menunggu hasil tes mandiri.
Segera pergi ke instalasi gawat darurat atau cari pertolongan medis jika muncul gejala berat, seperti napas cepat atau sulit, bibir kebiruan, dada yang tertarik saat bernapas, tidak buang air kecil selama delapan jam, tidak responsif, atau kejang. Bayi di bawah 12 minggu perlu diperiksa oleh dokter jika mengalami demam.
Daftar di atas tidak mencakup semua kemungkinan; segera cari bantuan medis jika gejala terasa berat atau mengkhawatirkan. Tes flu cepat yang mendeteksi influenza A atau B tidak selalu dapat membedakan antara flu musiman dan virus influenza A varian yang berasal dari hewan. Hasil negatif dari jenis tes cepat tertentu juga tidak sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan influenza. Dokter akan mempertimbangkan riwayat paparan dan kondisi pasien untuk menentukan apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan, yang dapat bervariasi tergantung pada fasilitas dan pedoman setempat.
Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu dokter tentang kontak dengan babi meskipun hasil tes cepat menunjukkan “influenza A” atau hasilnya negatif. Informasi tentang paparan tersebut membantu tenaga medis dalam menilai apakah pemeriksaan tambahan diperlukan.
Jika sedang sakit, disarankan untuk tinggal di rumah dan mengurangi kontak dengan orang lain serta babi. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, buang tisu bekas, dan cuci tangan. Langkah-langkah ini membantu mengurangi penyebaran virus pernapasan yang mungkin sedang dialami, terlepas dari penyebabnya.
Kontak dengan babi tidak selalu berarti seseorang akan tertular atau mengalami penyakit berat. Namun, infeksi varian pernah menyebabkan penyakit serius. Dalam sebuah laporan penelitian di Brasil, para peneliti mencatat delapan infeksi pada manusia yang terdeteksi antara 2020 hingga 2023: enam kasus ringan dan dua kasus berat, termasuk satu kematian.
Penularan influenza varian antarmanusia jarang terjadi, tetapi riwayat paparan tetap penting untuk dinilai. Ada kekhawatiran bahwa influenza varian mungkin menyebar melalui daging babi yang ditangani dan dimasak dengan benar.