Ketika anak mengalami gejala flu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan perubahan dalam aktivitas, kemampuan minum, frekuensi buang air kecil, pernapasan, dan kesadaran anak. Beberapa tanda yang menunjukkan perlunya pertolongan medis segera mencakup kesulitan dibangunkan, kejang, napas cepat atau kesulitan bernapas, tampak kebiruan, serta indikasi dehidrasi.
Bayi dan anak kecil, khususnya yang berusia di bawah 2 tahun, serta mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami influenza yang parah. Gejala influenza pada anak dapat muncul secara tiba-tiba, ditandai dengan demam, lemas, hilangnya nafsu makan, batuk, dan keinginan untuk berbaring. Hal ini tentu dapat menimbulkan kecemasan bagi orang tua atau pengasuh. Namun, tidak semua anak yang terinfeksi influenza perlu langsung dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD). Sebagian besar kasus influenza dapat sembuh dengan istirahat dan perawatan yang mendukung.
Pentingnya Memantau Kondisi Anak
Menurut Prof. Dr. Anggraini Alam, dr., Sp.A, Subsp.Inf.P.T(K) dari UKK Infeksi Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), orang tua sebaiknya tidak hanya terpaku pada angka di termometer. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain aktivitas, asupan cairan, dan frekuensi buang air kecil anak. Jika anak sulit dibangunkan, mengalami kejang, atau sesak napas, segera bawa ke IGD. Jarang buang air kecil juga bisa menjadi tanda dehidrasi.
Ketika anak demam, mereka cenderung lebih lemas. Namun, penting untuk mengamati bagaimana perilaku anak saat demam mulai menurun. Apakah mereka kembali aktif, berbicara, atau masih mau minum? Jika anak tetap lemas, sulit minum, atau semakin jarang buang air kecil, itu merupakan tanda yang perlu diwaspadai.
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Prof. Anggraini menekankan bahwa ada beberapa perubahan yang tidak boleh ditunggu di rumah. “Segera ke IGD kalau anak sulit dibangunkan, atau anak gelisah tidak seperti biasa,” ujarnya. Tanda bahaya lainnya termasuk kejang, napas cepat, tubuh tampak kebiruan, perdarahan, serta tidak buang air kecil selama sekitar 6 jam.
Menurut panduan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang tua perlu segera mencari pertolongan medis jika bayi berusia kurang dari 12 minggu mengalami demam 38 derajat Celsius atau lebih. Demam atau batuk yang sempat membaik namun kemudian kembali dan semakin parah juga merupakan tanda peringatan. Selain itu, meskipun anak biasanya makan lebih sedikit saat sakit, yang lebih penting untuk diperhatikan adalah kemampuan mereka untuk tetap minum.
Prof. Anggraini juga menegaskan bahwa tidak buang air kecil selama sekitar 6 jam adalah salah satu alasan untuk segera membawa anak ke IGD. Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah mulut kering atau tidak mengeluarkan air mata saat menangis, yang merupakan tanda dehidrasi yang memerlukan perhatian medis segera.
Influenza bukanlah sekadar pilek biasa; penyakit ini dapat menyebabkan pneumonia, memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada, dan dalam kasus yang jarang terjadi, dapat menyebabkan komplikasi pada jantung atau sistem saraf. Penelitian yang dilakukan terhadap 516 anak yang dirawat karena infeksi virus pernapasan di 12 pusat rujukan di Italia menunjukkan bahwa 104 anak terinfeksi influenza, di mana 13,5 persen mengalami penyakit yang tergolong berat dan 11,5 persen memerlukan perawatan di ICU.
Anak kecil merupakan kelompok yang memerlukan perhatian lebih dalam menghadapi influenza. Risiko influenza berat lebih tinggi pada anak yang berusia muda, terutama mereka yang di bawah 2 tahun, serta anak-anak dengan kondisi tertentu seperti gangguan neurologis atau penyakit yang melemahkan sistem imun. Oleh karena itu, kelompok ini disarankan untuk segera menghubungi tenaga kesehatan ketika mengalami gejala influenza, karena terapi antivirus paling efektif jika diberikan sedini mungkin.