Fakta Kesehatan

Tragedi Bayi 28 Hari di Surabaya, IDAI Peringatkan Bahaya Telur Mentah

Seorang bayi berusia 28 hari di Surabaya meninggal setelah dirawat intensif, diduga akibat pemberian telur mentah saat demam. IDAI mengingatkan pentingnya ASI eksklusif dan risiko yang ditimbulkan ole...

F
Fidzu Ardaf
12 October 2026
20 pembaca
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K) di Jakarta, pada Senin (06/04/2026) (IDN Times/Misrohatun)
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K) di Jakarta, pada Senin (06/04/2026) (IDN Times/Misrohatun)

Seorang bayi berusia 28 hari bernama Alena meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, pada Minggu (11/10/2026). Kasus ini menarik perhatian publik setelah muncul dugaan bahwa Alena diberi telur mentah oleh neneknya saat mengalami demam. Hingga saat ini, belum ada informasi medis resmi yang mengonfirmasi hubungan antara pemberian telur mentah dan kematian bayi tersebut.

Dalam konteks ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa bayi pada usia 28 hari seharusnya hanya mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama tanpa makanan atau minuman lain. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) umumnya dimulai pada usia enam bulan setelah penilaian perkembangan bayi dilakukan.

Risiko Pemberian Telur Mentah

IDAI mengingatkan bahwa telur mentah atau setengah matang berpotensi mengandung Salmonella, yang dapat berbahaya bagi anak kecil. Telur sebaiknya diperkenalkan saat MPASI dengan cara dimasak hingga matang. Selain itu, demam pada bayi baru lahir harus mendapatkan penilaian medis yang tepat.

Dalam pernyataan resmi yang diterima, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat IDAI, menyatakan bahwa mereka mendukung rekomendasi WHO dan UNICEF untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian melanjutkan ASI bersamaan dengan MPASI hingga usia dua tahun atau lebih. Jika ASI tidak memungkinkan, susu formula bayi dapat diberikan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

Pentingnya Kesiapan Makan

Bagi bayi yang belum memulai MPASI, makanan dan minuman lain seperti air putih, jus, atau kaldu tidak diperlukan. ASI eksklusif berarti bayi tidak mendapatkan makanan atau cairan lain. Secara umum, MPASI dimulai saat bayi berusia enam bulan, ketika kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai melebihi yang dapat dipenuhi oleh ASI saja. WHO merekomendasikan MPASI dimulai pada usia tersebut sambil tetap memberikan ASI.

IDAI juga mengingatkan bahwa makanan dengan tekstur yang tidak sesuai dengan kemampuan bayi dapat meningkatkan risiko tersedak dan kesulitan makan. Telur mentah atau setengah matang berisiko membawa bakteri Salmonella, yang dapat menyebabkan gejala seperti diare, demam, dan muntah, terutama pada anak kecil yang lebih rentan terhadap penyakit bawaan makanan.

Telur yang dimasak dengan baik tetap menjadi sumber protein berkualitas tinggi dan zat gizi penting bagi pertumbuhan anak. Menurut penelitian, protein dari telur matang lebih mudah dicerna dibandingkan dengan telur mentah. Telur dapat diperkenalkan sebagai salah satu bahan MPASI setelah bayi siap, dengan tekstur yang sesuai dengan kemampuan mereka.

IDAI menekankan bahwa telur tidak perlu ditunda hingga bayi berusia satu tahun hanya untuk mencegah alergi, kecuali ada pertimbangan medis dari dokter. Tinjauan dari European Food Safety Authority (EFSA) juga menyimpulkan bahwa tidak ada alasan untuk menunda makanan yang berpotensi memicu alergi, seperti telur, sampai usia yang lebih tua dibandingkan makanan pendamping lainnya.

Untuk memastikan keamanan, telur harus dimasak hingga putih dan kuningnya matang. Jika membuat hidangan yang tidak dimasak hingga matang, gunakan telur yang telah dipasteurisasi. Selain itu, penting untuk mencuci tangan dan peralatan setelah menyentuh telur mentah serta mencegah kontaminasi pada makanan lain.

Dalam kasus di Surabaya, bayi tersebut mengalami demam sebelum diduga diberi telur mentah. IDAI mengingatkan bahwa demam pada bayi baru lahir harus ditangani dengan penilaian medis dan bukan dengan makanan atau ramuan. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar orang tua segera menghubungi dokter jika bayi berusia tiga bulan atau lebih muda memiliki suhu rektal 38 derajat Celsius atau lebih.

Organisasi ini mengimbau orang tua, pengasuh, dan tenaga kesehatan untuk mengikuti panduan pemberian makanan yang berbasis bukti. Jika ada keraguan mengenai kecukupan ASI, waktu memulai MPASI, atau pilihan bahan makanan, konsultasikan dengan dokter anak.

Artikel Terkait