Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengimbau agar Rusia dan China tidak terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung di Iran. Ia memperingatkan bahwa jika kedua negara tersebut ikut campur, akan ada dampak negatif yang signifikan bagi mereka.
Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan terbaru yang dilancarkan oleh AS terhadap Iran beberapa hari lalu. Menurut laporan, Trump sedang mempertimbangkan untuk melakukan serangan besar-besaran yang mungkin lebih besar dari operasi militer sebelumnya, Operation Epic Fury, yang dilaksanakan pada awal tahun ini.
Trump Menyampaikan Peringatan
Pernyataan Trump mengenai ketidakikutsertaan Rusia dan China dalam konflik Iran disampaikan dalam wawancara dengan media AS, Axios, pada Kamis (23/7). Dalam wawancara tersebut, ia mengungkapkan bahwa ia hampir membuat keputusan terkait serangan besar-besaran tersebut, tetapi menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang diambil.
Trump menekankan bahwa baik Presiden Xi Jinping dari China maupun Presiden Vladimir Putin dari Rusia telah berjanji untuk tidak menjual senjata kepada Iran. Ia menuliskan di platform Truth Social miliknya, "Presiden Xi, pada pertemuan kami baru-baru ini di Beijing, China, mengatakan kepada saya bahwa ia tidak akan, dalam keadaan apa pun, memberikan atau menjual senjata kepada Republik Islam Iran - dan pernyataan itu termasuk perusahaan-perusahaan China."
Risiko Keterlibatan Rusia dan China
Trump juga menyatakan keyakinan bahwa Rusia dan China tidak akan terlibat dalam konflik ini. "Jika mereka melakukannya, itu akan sangat buruk bagi mereka - Tentu saja itu bukan untuk kepentingan terbaik mereka," tulisnya.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung sejak serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada bulan Februari lalu, yang mengakibatkan tewasnya sejumlah pejabat senior Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut. Selain itu, ada laporan bahwa serangan Iran terhadap target CIA di Teluk pada awal perang telah mendorong intelijen AS untuk menyelidiki kemungkinan dukungan Rusia kepada Iran dalam hal informasi penargetan atau teknologi drone.
Amerika Serikat sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap individu dan perusahaan di Rusia dan China yang diduga membantu Iran dalam upaya pembelian senjata.