Fakta Pendidikan

Universitas Republik Indonesia: Membangun 10 Kampus dengan Pengajar Internasional

Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto dilantik sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dan mengungkapkan rencana pembangunan 10 kampus baru serta pengintegrasian pendidikan.

A
Agustinus Jaya Wiratama
22 July 2026
47 pembaca
Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan, dan Wakil Gubernur URI Yos Sunitiyoso. Foto: Biro Sekretariat Presiden
Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan, dan Wakil Gubernur URI Yos Sunitiyoso. Foto: Biro Sekretariat Presiden

Jakarta - Pada Rabu, 22 Juli 2026, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto resmi dilantik sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI). Meskipun masih banyak yang belum mengenal URI, Donny menjelaskan bahwa Prabowo Subianto memiliki visi untuk mengonsolidasikan berbagai lembaga pendidikan yang ada saat ini.

Rencana Pembangunan dan Integrasi Pendidikan

Donny menyampaikan bahwa Prabowo ingin mengintegrasikan beberapa sistem pendidikan yang sudah ada, termasuk mendirikan 10 universitas baru di bawah naungan URI. "Jadi Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan," ungkap Donny dalam konferensi pers setelah pelantikan.

Lebih lanjut, ia menambahkan, "Nah, beliau ingin mengonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini. Jadi, kita sudah dengar bahwa saat ini ada namanya sekolah unggulan Garuda, baik yang baru ataupun yang transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 universitas Republik Indonesia," imbuhnya.

Skema Beasiswa dan Kerjasama Internasional

URI akan menerapkan skema beasiswa, dengan pengajar yang berasal dari dalam dan luar negeri. Lulusan dari URI akan mendapatkan gelar yang setara dengan universitas pada umumnya. "Mata kuliah-mata kuliahnya yang mengajar banyak nanti bisa dari luar negeri, juga bisa juga banyak pengajar-pengajar dari dalam negeri juga ada, juga dosen-dosen dari universitas juga bisa mengajar juga," jelasnya.

Donny juga menekankan bahwa URI akan menjalin kerjasama dengan beberapa universitas internasional. "Nanti kan universitas ya, (jadi) tetap gelar. Kita kerja sama juga dengan beberapa universitas unggulan di luar negeri, ya," ungkapnya. "Ada dokter, nanti ada sarjana insinyur segala macam, banyak ya," tambahnya.

Saat ini, URI sudah memulai program pendidikan dengan peserta didik batch pertama yang terdiri dari 399 pegawai baru BUMN yang sedang menjalani pelatihan. "Saat ini batch 1 URI sudah jalan, yang P3MD (Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan) (yang) saya sampaikan tadi itu 20 Mei sudah kita buka. Waktu itu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, kita buka batch pertama URI. Yang sekarang 399 orang sedang jalan," tutupnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait