Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan ancaman untuk menarik investasi yang bernilai miliaran dari Inggris sebagai bentuk protes terhadap keputusan yang diambil terkait Manchester City. Pejabat dari UEA menyatakan bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh Premier League akan berdampak pada hubungan bilateral antara kedua negara.
Menurut laporan dari Independent, UEA telah mengingatkan pemerintah Inggris bahwa mereka dapat membatalkan investasi yang mencapai miliaran poundsterling akibat keputusan Premier League tentang Manchester City. Bloomberg melaporkan bahwa pejabat UEA menegaskan bahwa "tindakan Premier League" tersebut akan "berpengaruh pada hubungan bilateral antarnegara". The Telegraph juga mengungkapkan bahwa UEA mengancam untuk membatalkan investasi swasta yang bernilai miliaran poundsterling untuk pembangunan pusat teknologi tinggi yang mirip dengan Silicon Valley di daerah antara Oxford dan Cambridge.
Pertemuan Penting Sebelum Keputusan Dikeluarkan
Surat kabar tersebut melaporkan bahwa Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, telah melakukan pertemuan dengan Menteri Bisnis Jonathan Reynolds di Downing Street dua minggu sebelum Premier League mengumumkan keputusan mereka. Pada hari Kamis, pihak Downing Street menegaskan bahwa keputusan bersalah terhadap City adalah hal yang "serius". Juru bicara Kantor Perdana Menteri Inggris menyampaikan pernyataan tersebut setelah PM Inggris, Andy Burnham, menyatakan bahwa ia akan "sangat prihatin" jika pemilik saat ini memutuskan untuk menjual klub tersebut.
Louie French, menteri bayangan bidang olahraga dari Partai Konservatif, menuduh Burnham "mendukung pemilik secara terbuka" di tengah penyelidikan mengenai pendanaan klub selama beberapa tahun terakhir, dan menyebut komentar Burnham sebagai hal yang "sungguh luar biasa". Partai Liberal Demokrat juga mendesak Burnham untuk mempublikasikan seluruh rincian pertemuannya dengan pemilik Manchester City, Abu Dhabi United Group (ADUG), serta mengungkapkan semua bentuk jamuan yang diterimanya di Stadion Etihad.
Risiko Kehilangan Investasi
Sebelumnya, Burnham, yang juga merupakan mantan Wali Kota Manchester Raya, menyatakan kepada BBC bahwa ia tidak ingin melihat pemilik Manchester City yang berasal dari UEA meninggalkan klub akibat masalah finansial ini. "Saya akan sangat khawatir jika kehilangan mereka," ujarnya, sembari menyoroti investasi yang telah dilakukan oleh Abu Dhabi United Group, yang merupakan pihak pengendali Manchester City.
Klub yang didukung oleh Abu Dhabi ini terbukti telah melakukan pengaturan kesepakatan palsu untuk meningkatkan pendapatan secara artifisial dan menekan biaya hingga lebih dari £900 juta atau sekitar US$1,2 miliar antara tahun 2009 dan 2018. Dalam pernyataannya, Downing Street menekankan bahwa proses independen yang sedang berlangsung terkait Manchester City harus dibiarkan berjalan sesuai prosedur dan hasilnya harus dihormati.
Tonton juga video "CEO Man City Tepis Tuduhan Pelanggaran Finansial".