Fakta Nasional

Eisenkot Mengklaim Kemenangan dan Siap Bentuk Pemerintahan Baru di Israel

Gadi Eisenkot, kandidat oposisi, menyatakan bahwa rakyat Israel telah memilih untuk melakukan perubahan dalam pemilu terbaru. Ia bertekad untuk membentuk pemerintahan baru yang akan menggantikan Perda...

D
Dila Rakasiwi
28 October 2026
4 pembaca
Foto: AFP/JACK GUEZ
Foto: AFP/JACK GUEZ

Jakarta - Gadi Eisenkot, yang merupakan kandidat dari pihak oposisi, mengklaim bahwa pemilih di Israel telah memilih untuk melakukan perubahan dalam pemilu yang berlangsung sejak Selasa lalu. Eisenkot menyatakan niatnya untuk membentuk pemerintahan baru sebagai pengganti Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Saat menyampaikan pernyataan tersebut di hadapan para pendukungnya pada Rabu dini hari, ia mengungkapkan keyakinan bahwa hasil exit poll yang mulai dirilis menunjukkan bahwa blok oposisi yang dipimpinnya unggul tipis atas blok sayap kanan yang dipimpin Netanyahu. Namun, baik Eisenkot maupun Netanyahu belum mendapatkan mayoritas kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Keinginan Rakyat untuk Perubahan

Eisenkot menekankan bahwa hasil pemilu ini mencerminkan keinginan rakyat Israel untuk mengakhiri pemerintahan Netanyahu. Ia berkomitmen untuk berusaha membentuk pemerintahan baru yang diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat.

Dalam pidatonya, Eisenkot juga memberikan peringatan kepada Netanyahu terkait pernyataan yang dilontarkan dalam beberapa hari terakhir, yang kembali memperingatkan kemungkinan serangan terhadap Iran. Ia menyatakan, "Ancaman keamanan tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik." Dengan tegas, Eisenkot meminta Netanyahu untuk tidak memanfaatkan isu keamanan Israel demi kepentingan politik pribadinya.

Peringatan dan Proses Pembentukan Koalisi

Peringatan tersebut menjadi perhatian karena situasi darurat yang mungkin timbul akibat serangan terhadap Iran dapat menghambat proses pembentukan koalisi pemerintahan baru. Eisenkot juga menolak kemungkinan diadakannya pemilu kembali dalam waktu dekat jika proses pembentukan pemerintahan mengalami kebuntuan. Ia menyatakan, "Dalam pemilu dengan tingkat partisipasi setinggi ini, akan menjadi sebuah kesalahan jika kita kembali menggelar putaran pemilu lainnya."

Dengan tingkat partisipasi pemilih yang mencetak rekor tertinggi sejak 1981, Eisenkot berharap untuk segera membentuk pemerintahan yang baru demi masa depan Israel yang lebih baik.

Artikel Terkait