Fakta Nasional

--- Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik Saat Rayakan Ulang Tahun Keluarga di Jakarta Pusat ---

--- Jesslyn Wijaya Lay, seorang atlet golf putri, diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun keluarganya di Jakarta Pusat. Polisi saat ini sedang menyelidiki laporan tersebu...

U
Ulam Kirana
21 July 2026
48 pembaca
Foto: Ilustrasi (Dok detikcom).
Foto: Ilustrasi (Dok detikcom).
---TITLEEXCERPT--- Jesslyn Wijaya Lay, seorang atlet golf putri, diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun keluarganya di Jakarta Pusat. Polisi saat ini sedang menyelidiki laporan tersebut. ---CONTENT---

Jakarta - Atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay dilaporkan menjadi korban penculikan saat menghadiri acara ulang tahun keluarganya. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyatakan bahwa laporan mengenai dugaan penculikan terhadap Jesslyn telah diterima. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung di sebuah restoran di Mangga Besar, Jakarta Pusat, saat perayaan ulang tahun keluarga.

Detail Kejadian Penculikan

Roby menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini untuk memastikan semua fakta yang ada. Laporan mengenai penculikan ini telah terdaftar dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Hingga saat ini, Polres Metro Jakarta Pusat terus melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan fakta dan barang bukti yang diperlukan.

Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, menjelaskan bahwa dugaan penculikan terjadi pada Senin (13/7) sekitar pukul 19.45 WIB. Menurut Andi, berdasarkan keterangan dari saksi yang diperoleh pihak pelapor, sebelum acara ulang tahun dimulai, Jesslyn diduga ditutup matanya dan dibawa oleh dua pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam.

Kondisi Terkini Jesslyn

Andi melanjutkan, korban sempat berteriak meminta tolong dan berusaha keluar dari mobil, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam kendaraan tersebut. Sejak insiden itu, Jesslyn tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun teman-temannya, dan telepon seluler yang diduga digunakan oleh korban juga tidak dapat diakses.

Informasi yang diterima pihak pelapor menyebutkan bahwa polisi telah mengunjungi lokasi kejadian, meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta melakukan penelusuran ke beberapa tempat yang diduga berkaitan dengan keberadaan Jesslyn. Selain itu, ada informasi yang menyebutkan bahwa korban diduga melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026, sementara perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi di kawasan Puri Jimbaran.

Andi menegaskan bahwa semua informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh penyidik untuk memastikan kebenarannya. Ia berharap agar Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat melakukan penyelidikan dengan cara yang profesional, objektif, transparan, dan akuntabel.

Artikel Terkait