Berita menggembirakan datang dari dunia konservasi satwa, di mana tiga anak harimau Sumatera lahir di kebun binatang Attica Zoological Park yang terletak di Spata, Yunani. Ketiga anak harimau tersebut dilahirkan pada bulan Juli 2026 dan kabar kelahiran mereka diumumkan dua bulan kemudian. Informasi ini disampaikan oleh Attica Zoo melalui akun Instagram resmi mereka dan kemudian dibagikan oleh media sosial pemerintah Indonesia. Dari ketiga anak harimau yang lahir, dua di antaranya adalah jantan dan satu betina.
"Kami sangat gembira mengumumkan kelahiran tiga anak harimau Sumatera, dua jantan dan satu betina," ungkap Attica Zoo.
Nama Berdasarkan Tokoh 'The Odyssey'
Kepala penjaga kebun binatang, Theodoros Babilis, menjelaskan bahwa kebun binatang di Eropa dan tempat lainnya berperan penting dalam memelihara spesies hewan yang terancam punah, termasuk harimau Sumatera yang merupakan salah satu spesies paling terancam di dunia. "Harimau Sumatera adalah salah satu spesies harimau yang paling terancam punah di dunia, dan di antara kucing-kucing besar pada umumnya," kata Babilis.
Ketiga anak harimau ini lahir dari pasangan harimau bernama Toba (ibu) dan Argos (ayah). Sayangnya, Argos telah meninggal dunia akibat penyakit kanker. Setelah dua bulan, anak-anak Toba telah tumbuh dengan baik, memiliki cakar dan gigi yang tajam. Babilis menyatakan bahwa terkadang ketiga anak harimau tersebut sulit untuk ditangani.
Bayi-bayi harimau ini akan dinamai berdasarkan tokoh-tokoh dalam buku 'The Odyssey' karya Homer, yang baru-baru ini diadaptasi ke layar lebar oleh Christopher Nolan.
Vaksinasi Pertama dan Upaya Konservasi
Setelah dua bulan, Attica Zoo mengonfirmasi bahwa anak-anak Toba telah berkembang dengan baik. Mereka sudah mulai mengonsumsi daging dan perlahan-lahan belajar makan secara mandiri, sambil tetap berada di dekat ibu mereka. Ketiga anak harimau tersebut menjalani vaksinasi pertama pada tanggal 8 September 2026. Selain vaksin, mereka juga mendapatkan mikrochip yang terdaftar dalam basis data.
Proses vaksinasi dilakukan oleh dokter hewan spesialis kebun binatang dan satwa liar, Dr. Arsenoi Psaroudaki. Saat tiba di klinik, ketiga anak harimau tersebut menunjukkan perilaku gelisah. "Harimau-harimau itu tidak suka dipegang. Mereka sangat liar," ungkap Psaroudaki. Vaksin yang diberikan kepada mereka sama seperti yang diberikan kepada kucing, bertujuan untuk melindungi harimau dari tiga jenis penyakit.
"Sungguh suatu kehormatan bisa bekerja dengan spesies harimau terlangka di dunia," tambah Psaroudaki.
Harimau Sumatera merupakan predator puncak, namun saat ini terancam oleh perburuan liar untuk diambil kulit, tulang, dan taringnya. Status terancam punah dari harimau Sumatera juga berkaitan dengan hilangnya habitat akibat perluasan perkebunan kelapa sawit, kopi, dan akasia. Pemerintah Indonesia memperkirakan saat ini jumlah harimau Sumatera di alam liar tidak lebih dari 600 ekor, yang berkamuflase di hutan-hutan lebat di wilayah Sumatera.
International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) mengklasifikasikan harimau Sumatera sebagai spesies yang sangat terancam punah (critically endangered). Oleh karena itu, berbagai upaya konservasi dilakukan, termasuk keberadaan mereka di kebun binatang global untuk membangun populasi cadangan.