Syahganda Nainggolan resmi menjabat sebagai Ketua Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), menggantikan Mohammad Qodari. Pelantikan ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Jumat, 1 Oktober, yang juga menyaksikan Qodari dilantik sebagai Sekretaris dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden oleh Presiden Prabowo Subianto.
Perubahan Kepemimpinan di Bakom
Dalam dua tahun terakhir, Bakom telah mengalami pergantian pemimpin sebanyak empat kali. Syahganda, yang kini memegang posisi tersebut, berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. "Saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," ungkapnya saat mengucapkan sumpah jabatan.
Lebih lanjut, ia menegaskan, "Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab."
Sejarah dan Tugas Bakom
Bakom dibentuk oleh Prabowo pada September 2025 dengan tujuan untuk mengelola komunikasi kebijakan serta program strategis pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sebelumnya, fungsi komunikasi kebijakan ini dilaksanakan oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) yang didirikan pada Agustus 2024 di era pemerintahan Joko Widodo.
Hasan Nasbi menjadi Ketua PCO pertama, dan lembaga ini sempat beroperasi di awal pemerintahan Prabowo. Namun, pada September 2025, Prabowo mengubah PCO menjadi Bakom melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2025. Setelah penggabungan ini, Hasan Nasbi dicopot dari jabatannya dan Angga Raka Prabowo diangkat sebagai Ketua Bakom.
Masa kepemimpinan Angga Raka tergolong singkat, hanya berlangsung sekitar tujuh bulan dari September 2025 hingga April 2026. Selanjutnya, Muhammad Qodari diangkat untuk menggantikan Angga Raka dan memimpin Bakom hingga 1 Oktober 2026, sebelum akhirnya ia mendapatkan penugasan baru sebagai Sekretaris dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Dengan pelantikan Syahganda, Bakom kini telah dipimpin oleh empat orang dalam waktu dua tahun sejak pembentukan PCO.