Fakta Politik

Bahlil Lahadalia Menilai Ambang Batas Parlemen 5 Persen Sebagai Pilihan Ideal

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa angka lima persen merupakan ambang batas parlemen yang ideal. Hal ini muncul di tengah perdebatan mengenai RUU Pemilu di DPR.

U
Ulam Kirana
18 September 2026
36 pembaca
Bahlil respons ambang batas parlemen naik 5 persen. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim)
Bahlil respons ambang batas parlemen naik 5 persen. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim)

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa ambang batas parlemen sebesar lima persen adalah angka yang tepat. Dalam pernyataannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (17/9), Bahlil menjelaskan, "Parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai, memang ada yang menginginkan ada enam, ada tujuh, ada lima, ada di bawah itu juga, tapi mungkin angka ideal ya, angka ideal itu lima [persen] cocoklah."

Perdebatan Ambang Batas Parlemen

Isu mengenai besaran ambang batas parlemen kini menjadi topik hangat seiring dengan pembahasan RUU Pemilu di DPR. Beberapa partai koalisi dilaporkan telah sepakat untuk menetapkan angka lima persen sebagai ambang batas tersebut.

Pernyataan dari Partai Koalisi

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, mengonfirmasi bahwa pertemuan para ketua umum partai membahas beberapa poin dalam RUU Pemilu. Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut hanya dihadiri oleh ketua umum partai koalisi. Sugiono juga menyebutkan bahwa hasil pertemuan tersebut mencakup kesepakatan untuk mengubah ambang batas parlemen dari empat persen menjadi lima persen. "Satu hal yang sepertinya semua sepakat tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen. Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan ya, PKS juga menyampaikan dan saya kira itu yang kita sepakati," ungkapnya.

Di sisi lain, Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga merupakan bagian dari koalisi pemerintah, menyatakan keberatan jika ambang batas parlemen dinaikkan lebih dari empat persen. Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, menjelaskan bahwa keberatan partainya bukan karena takut tidak lolos ambang batas tersebut. "PAN berkeberatan jika Parliamentary Threshold (PT) naik lebih dari 4 persen. Sikap PAN bukan karena khawatir tidak lolos mendapatkan kursi DPR RI, karena sejak Pemilu 1999 sampai 2024 PAN terbukti selalu lolos ke Senayan," jelas Viva saat dihubungi pada Kamis (17/9).

Dengan berbagai pandangan yang muncul, perdebatan mengenai ambang batas parlemen ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan proses legislasi yang sedang berlangsung.

Artikel Terkait