Fakta Nasional

Batam Menghadapi Krisis Listrik: Produksi Air Bersih Terpuruk

Kota Batam, Kepulauan Riau, mengalami pemadaman listrik yang berdampak pada produksi air bersih. Warga setempat menyebut situasi ini sebagai "survival mode".

D
Dila Rakasiwi
13 October 2026
22 pembaca
Foto ilustrasi listrik padam. (iStock)
Foto ilustrasi listrik padam. (iStock)

Wilayah Batam, yang terletak di Kepulauan Riau, saat ini tengah menghadapi pemadaman listrik yang signifikan. Kondisi ini berimbas pada produksi dan distribusi air bersih di daerah tersebut. Di media sosial, banyak warga yang mengungkapkan bahwa masyarakat Batam kini berada dalam keadaan "survival mode".

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik. "Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem," ujarnya.

Gangguan pada Instalasi Pengolahan Air

Ariastuty menjelaskan bahwa pemadaman listrik ini juga mempengaruhi operasional beberapa instalasi pengolahan air. Ia menambahkan bahwa BP Batam bersama mitra telah mengoptimalkan penggunaan generator set (genset) di instalasi pengolahan air, namun kapasitas operasional dari sumber listrik cadangan tersebut masih belum dapat memenuhi kebutuhan secara penuh. "Untuk saat ini, penggunaan genset di IPA hanya bisa mencakup sekitar 30 persen produktivitas air," ujarnya.

Pelanggan Diminta untuk Berhemat Air

Lebih lanjut, Ariastuty mengungkapkan bahwa pemadaman yang dilakukan oleh PLN berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) di beberapa lokasi, termasuk Ladi, Harapan, Muka Kuning, Piayu, Tembesi, Nongsa, serta DK 1 hingga DK 5. Ia mengimbau kepada pelanggan untuk menggunakan air dengan bijak dan menyiapkan cadangan air sesuai kebutuhan selama pasokan listrik belum kembali normal. "Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan," tutupnya.

Artikel Terkait