JAKARTA - Dr. Sabar L. Tobing, SE., MM., Ak., CA., CTL., CTAP., BKP., yang merupakan pendiri dan CEO Hive Five, telah meluncurkan program beasiswa pendidikan hingga 100 persen untuk mahasiswa Universitas Trisakti. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam melanjutkan studi mereka tanpa terhambat oleh masalah finansial.
Menurut Sabar, akses pendidikan merupakan elemen krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas seharusnya terbuka bagi mereka yang memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Saya ingin kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik tidak berhenti hanya karena seseorang memiliki keterbatasan dalam pembiayaan,” ungkapnya dalam pernyataan yang disampaikan pada Jumat (11/9).
Pendidikan dan Karakter Generasi Muda
Sabar juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga berperan dalam membentuk generasi yang memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, serta kepekaan terhadap isu-isu sosial yang ada. Ia memandang pemberian beasiswa sebagai bentuk investasi sosial, di mana pendidikan yang diterima mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas melalui pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki setelah menyelesaikan studi.
“Harapannya, ketika mereka mendapatkan kesempatan ini, mereka juga mempunyai semangat untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Beasiswa bukan sekadar mengenai biaya pendidikan, tetapi tentang membuka kesempatan dan membangun masa depan,” tambah Sabar.
Tantangan Mahasiswa di Era Modern
Dr. Sabar menyatakan bahwa mahasiswa saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, termasuk perkembangan teknologi, perubahan dalam dunia kerja, dan kompetisi yang semakin ketat. Oleh karena itu, memperoleh pendidikan berkualitas menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi perubahan tersebut.
Dengan adanya beasiswa penuh bagi mahasiswa Universitas Trisakti, Sabar berharap penerima dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas diri mereka dan mempersiapkan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana kesempatan pendidikan tersebut digunakan sebaik-baiknya. Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti untuk kepentingan pribadi, tetapi pada waktunya juga harus memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat,” tutupnya.