Maraton dengan jarak 42,195 kilometer dapat menyebabkan kerusakan pada serat otot, peradangan, nyeri otot tertunda (DOMS), serta penipisan glikogen yang berujung pada rasa pegal dan kelelahan. Setelah menyelesaikan lomba, pelari dianjurkan untuk berjalan selama 10 hingga 15 menit, mengganti pakaian, mengisi kembali cairan dan nutrisi, melakukan peregangan, serta beristirahat yang cukup. Jika mengalami nyeri tajam atau bengkak, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Proses Pemulihan Setelah Maraton
Tiga hari pertama setelah maraton biasanya merupakan fase pemulihan yang paling sulit. Kondisi tubuh cenderung mulai membaik setelah satu minggu, namun proses perbaikan dapat terus berlanjut hingga minggu keempat atau lebih. Maraton adalah jenis lomba lari yang semakin populer, berbeda dari lomba lari biasa karena menuntut stamina, konsistensi, dan ketahanan mental yang tinggi untuk mencapai garis finish. Setelah melewati garis finish, pelari harus menjalani proses pemulihan untuk memperbaiki jaringan otot, menyeimbangkan kembali sistem energi, dan mengembalikan tubuh ke kondisi semula.
Rasa Nyeri dan Pemulihan Otot
Setelah berlari sejauh 42,195 kilometer, tidak jarang pelari merasakan pegal di seluruh tubuh. Rasa pegal ini biasanya muncul satu atau dua hari setelah berolahraga. Menurut OOFOS, saat berlari maraton, serat otot mengalami kerusakan mikroskopis, terutama di bagian kaki. Meskipun hal ini normal, kerusakan tersebut dapat menyebabkan peradangan yang memicu pembengkakan dan nyeri, yang dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS). Meskipun terkadang nyeri ini cukup mengganggu, DOMS adalah tanda bahwa tubuh sedang dalam proses perbaikan dan regenerasi serat otot yang rusak.
Umumnya, nyeri ini akan terasa satu hari setelah maraton dan mulai membaik dua hari setelahnya. Selain itu, maraton juga mengakibatkan penipisan cadangan energi tubuh. Saat berlari, tubuh menggunakan cadangan karbohidrat yang tersimpan dalam hati dan otot (glikogen) untuk dijadikan energi. Ketika cadangan ini mulai menipis, tubuh akan kekurangan energi, sehingga perjuangan untuk mencapai garis finish menjadi semakin sulit dan melelahkan secara mental.
Setelah melewati garis finish, meskipun ada keinginan untuk langsung berhenti dan beristirahat, sebaiknya pelari tetap berjalan pelan selama 10 hingga 15 menit pertama. Aktivitas ini dapat membantu mencegah kekakuan otot dan mendinginkan tubuh. Setelah itu, penting untuk mengganti pakaian basah dengan yang kering dan mengonsumsi camilan yang mendukung pemulihan seperti protein bar atau pisang. Selain itu, jangan lupa untuk mengisi kembali cairan yang hilang dan melakukan peregangan.
Menurut ASICS, satu hari setelah maraton, berendam dalam air es juga dapat membantu mengurangi nyeri otot. Pastikan untuk makan dengan baik dan mendapatkan istirahat yang cukup. Jika merasakan nyeri tajam pada persendian atau otot, muncul memar atau bengkak yang terlihat jelas, atau nyeri spesifik di satu tempat setelah tiga hari, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan apakah ada cedera yang membutuhkan perawatan.
Setiap pelari memiliki mekanisme tubuh yang berbeda, sehingga waktu pemulihan pun bervariasi. Beberapa orang mungkin pulih sepenuhnya dalam beberapa hari, sementara yang lain memerlukan waktu lebih lama untuk kembali ke kondisi semula. Menurut Fit Craft, tiga hari pertama adalah masa yang paling berat, di mana rasa nyeri mencapai puncaknya dan cadangan karbohidrat masih rendah. Setelah hari ketiga, nyeri mulai mereda dan tubuh perlahan-lahan kembali normal setelah satu minggu. Namun, pemulihan setelah maraton tidak berhenti dalam waktu seminggu; tubuh masih berjuang untuk memperbaiki kerusakan yang ada dan mulai kembali normal setelah minggu keempat dan seterusnya.
Maraton bukanlah lomba lari biasa dan jelas memerlukan persiapan yang matang. Bahkan setelah maraton selesai, proses pemulihan dapat memakan waktu cukup lama. Selama masa pemulihan ini, penting untuk tidak melakukan aktivitas atau olahraga yang terlalu berat agar proses pemulihan tidak terhambat.