Fakta Pendidikan

Burung Langka Asli Indonesia Muncul Kembali Setelah Seratus Tahun Menghilang

Tim ekspedisi berhasil menemukan kembali burung lorikeet berdahi biru, yang telah lama dianggap hilang, di Pulau Buru setelah 100 tahun tidak terlihat. Penemuan ini menyoroti pentingnya konservasi hab...

U
Ulam Kirana
19 June 2026
5 pembaca
Foto: James Eaton/Birdtour Asia/Burung langka asli Pulau Buru, Indonesia, lorikeet berdahi biru, berhasil ditemukan setelah 100 tahun tidak terlihat.
Foto: James Eaton/Birdtour Asia/Burung langka asli Pulau Buru, Indonesia, lorikeet berdahi biru, berhasil ditemukan setelah 100 tahun tidak terlihat.

Tim ekspedisi gabungan berhasil mengamati spesies burung asli Indonesia yang sangat langka selama pendakian di sebuah gunung selama 14 hari. Burung yang dimaksud adalah lorikeet berdahi biru (Charmosyna toxopei), yang pertama kali diidentifikasi sekitar satu abad yang lalu.

Burung ini hanya tercatat sekali dalam seratus tahun terakhir, yaitu pada tahun 2014 melalui foto yang diambil oleh Craig Robson saat tur Birdquest. Baru-baru ini, tim yang terdiri dari American Bird Conservancy (ABC), Birdtour Asia, dan Yayasan Planet Indonesia berhasil melihat dan memotret spesies asli Indonesia tersebut di dataran tinggi terpencil Gunung Kapalatmada, Pulau Buru, Maluku.

"Saat kami melihat Lorikeet Berdahi Biru, saya tak kuasa menahan air mata," ungkap Sumaraja, pemandu dan pemimpin tur Birdtour Asia, seperti yang dikutip dari BirdLife.

Habitat yang Sulit Diakses

Berdasarkan penjelasan, burung lorikeet berdahi biru adalah jenis burung beo endemik yang hanya dapat ditemukan di Pulau Buru. Burung ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1920-an dan memiliki ciri khas warna hijau limau, paruh oranye, serta dahi berwarna biru. Pada tahun 2026, burung ini ditemukan di daerah yang sangat sulit dijangkau oleh manusia. Tim ekspedisi harus melakukan pendakian ke dataran tinggi selama 14 hari pada bulan April 2026.

Setelah mencapai puncak, anggota tim melihat dua jenis burung berwarna hijau melintas, dan ternyata salah satunya adalah lorikeet berdahi biru. "Saya sangat gembira ketika menyadari itu adalah burung nuri berdahi biru," kata John C. Mittermeier, Direktur Pencarian Burung Hilang di ABC, seperti yang dikutip dari IFL Science.

Namun, pada kesempatan pertama, burung tersebut tidak dapat dipotret karena terbang dengan cepat. Beberapa hari setelahnya, tim mendapatkan kesempatan kedua saat burung lorikeet lainnya muncul pada pagi hari, dan burung spesies beo itu berhasil dipotret untuk pertama kalinya sejak tahun 2014, serta tercatat untuk kedua kalinya dalam seratus tahun.

Ancaman Terhadap Habitat

Menurut Benny A. Siregar, koordinator wilayah Maluku di organisasi Burung Indonesia, penemuan spesies langka di puncak pegunungan menunjukkan bahwa habitatnya sangat terbatas. Ia menyatakan bahwa burung langka ini terancam oleh deforestasi. "Burung ini mendiami daerah-daerah yang terus-menerus tertekan oleh deforestasi, dengan populasi yang diperkirakan sangat kecil dan rentan," ujarnya.

Tim ekspedisi juga menyoroti bagaimana lorikeet berdahi biru dapat bertahan hidup, bahkan di lokasi yang terpencil di Pulau Buru. "Saya sangat berharap lebih banyak orang akan peduli dan berpartisipasi dalam melestarikan hutan yang tersisa di Pulau Buru," harap Sumaraja.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait