Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam aksi unjuk rasa di depan kompleks parlemen, perwakilan mahasiswa mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap remeh isu yang berkaitan dengan kebutuhan hidup masyarakat. Dhenni Ribowo, selaku perwakilan mahasiswa, menyampaikan hal tersebut setelah mengadakan pertemuan tertutup dengan pimpinan DPR.
Dhenni berharap DPR dapat menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa dan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya pemerintah untuk tidak meremehkan tuntutan yang disampaikan. "Isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena," ujarnya.
Rincian Pertemuan dan Tuntutan
Pertemuan tersebut berlangsung selama sekitar satu setengah jam, dimulai pukul 18.00 hingga 19.30 WIB. Dhenni menjelaskan bahwa mahasiswa telah menyampaikan sebagian besar tuntutan mereka kepada DPR dan pemerintah. Beberapa tuntutan langsung mendapat respons dari pemerintah, karena pimpinan DPR menghubungi pejabat terkait selama pertemuan.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa akan terus mengawasi agar tuntutan tersebut dapat dipenuhi, terutama yang berkaitan dengan harga kebutuhan pokok dan isu energi. "Salah satunya yang bersinggungan langsung kepada masyarakat, yaitu terkait dengan kelangkaan BBM subsidi," jelasnya.
Aspirasi Mahasiswa Diterima DPR
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pihaknya telah menerima aspirasi dari mahasiswa dan menyampaikannya kepada pemerintah. "Kami telah melakukan komunikasi, berinteraksi dengan sangat baik, dan karena memang kemudian waktu yang membatasi, sehingga kemudian kami akan ke depan lebih banyak berkomunikasi dengan teman-teman dari adik-adik dari mahasiswa," ungkapnya.
Selain perwakilan dari Universitas Trisakti, mahasiswa dari Universitas Mercu Buana dan Universitas Esa Unggul juga turut hadir dalam aksi tersebut. Tak hanya mahasiswa, perwakilan dari Pengurus Besar HMI MPO juga ikut serta dalam pertemuan.