Jakarta - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur melakukan kunjungan ke rumah seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlibat dalam insiden penertiban kendaraan yang menjadi viral di media sosial. Dalam pertemuan tersebut, pihak Sudinhub menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Pertemuan dengan Pengemudi Ojol
Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menemui pengemudi ojol bernama Sulis Agung Wibowo pada hari Sabtu (20/6/2026). Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menjelaskan kronologi kejadian serta meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. "Kami memohon maaf atas kegaduhan yang timbul di masyarakat. Pertemuan ini kami lakukan untuk menjelaskan kronologi yang sebenarnya sekaligus menyampaikan langsung kepada Pak Sulis bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar pelaksanaan penertiban ke depan dapat berjalan lebih baik lagi," ujar Harlem.
Kronologi Penertiban
Harlem menjelaskan bahwa penertiban dilakukan pada Rabu (17/6) di kawasan Jatinegara, di mana petugas menindak sejumlah kendaraan yang terparkir di trotoar dan bukan di tempat parkir yang resmi. Saat itu, Sulis mendatangi petugas ketika sepeda motornya sudah dalam proses pengangkutan. Mengingat situasi yang sedang berlangsung dan demi keselamatan, Sulis diarahkan untuk mengikuti petugas ke Kantor Sudinhub Jakarta Timur.
Di kantor tersebut, Sulis diminta untuk menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa ia tidak akan mengulangi pelanggaran parkir. Setelah proses administrasi selesai, motornya dikembalikan tanpa biaya. "Di sana yang bersangkutan mengakui kesalahannya dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran parkir. Setelah itu, sepeda motor langsung dikembalikan tanpa biaya apa pun," jelas Harlem.
Pernyataan Pengemudi Ojol
Sulis Agung Wibowo, pengemudi ojol tersebut, mengakui bahwa ia memang memarkir kendaraannya tidak pada tempat yang semestinya saat mengambil pesanan makanan. Ia juga membantah bahwa kendaraannya ditahan oleh petugas. "Saya mengakui salah karena parkir tidak pada tempatnya. Saya ikut ke kantor Sudinhub Jakarta Timur, menandatangani surat pernyataan, dan motor saya langsung bisa dibawa pulang pada hari itu juga tanpa biaya apa pun. Saya juga berjanji tidak akan mengulangi lagi," kata Sulis.
Sebelumnya, video yang menunjukkan sepeda motor milik Sulis diangkut oleh petugas perhubungan saat ia mengambil pesanan makanan sempat viral dan memicu berbagai reaksi dari warganet, serta menyoroti mekanisme penertiban parkir liar yang dilakukan oleh petugas. Sudinhub Jakarta Timur menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar penertiban di masa mendatang dapat dilakukan dengan lebih baik dan meminimalkan kesalahpahaman di masyarakat.