Fakta Kesehatan

Efektivitas Menjepit Alis dengan Jepit Rambut untuk Mengatasi Migrain

Belum ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa menjepit alis dengan jepit rambut dapat meredakan migrain. Penanganan yang tepat sebaiknya dilakukan sesuai dengan saran tenaga medis.

F
Fidzu Ardaf
07 October 2026
30 pembaca
ilustrasi jepit rambut claw clip (pexels.com/rylee-yi)
ilustrasi jepit rambut claw clip (pexels.com/rylee-yi)

Hingga saat ini, tidak ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa menjepit alis menggunakan jepit rambut dapat efektif dalam meredakan migrain. Meskipun tekanan di sekitar alis dapat memberikan sensasi yang berbeda, area tersebut juga bisa menjadi lebih sensitif saat seseorang mengalami migrain. Pada beberapa individu, tekanan tersebut bahkan bisa menimbulkan rasa sakit.

Penanganan migrain sebaiknya mengikuti rencana yang telah disepakati bersama tenaga kesehatan. Menggunakan jepit rambut bukanlah pengganti dari terapi yang telah terbukti efektif. Ketika migrain menyerang, banyak orang mencoba berbagai cara untuk mendapatkan kelegaan. Baru-baru ini, sebuah trik yang viral di media sosial adalah dengan menjepit kulit di sekitar alis menggunakan jepit rambut model claw clip. Beberapa orang mengklaim bahwa rasa sakit mereka mereda, tetapi pengalaman individu tersebut belum cukup untuk membuktikan efektivitas metode ini dalam mengatasi migrain.

Nyeri di Area Alis Belum Tentu Migrain

Rasa sakit di sekitar alis atau di atas mata tidak selalu berarti seseorang mengalami migrain. Ada berbagai jenis sakit kepala dan kondisi lainnya yang juga dapat menyebabkan nyeri di area tersebut. Diagnosis yang tepat perlu mempertimbangkan pola nyeri serta gejala lain yang menyertai.

Area dahi dan kelopak mata atas menerima sensasi dari beberapa cabang saraf, termasuk saraf supraorbital yang merupakan bagian dari jalur saraf trigeminal. Menjepit alis dengan jepit rambut dapat memberikan rangsangan pada kulit di area tersebut. Namun, lokasi tekanan ini tidak membuktikan bahwa cara tersebut dapat menghentikan mekanisme migrain.

Prosedur medis yang dikenal sebagai blok saraf supraorbital berbeda dari menjepit alis. Tindakan ini dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan menyuntikkan obat bius lokal di sekitar saraf untuk menangani kondisi tertentu. Sebaliknya, jepit rambut tidak memberikan obat bius dan tidak melakukan blokade saraf.

Alternatif Penanganan Migrain

Beberapa orang mungkin merasakan perubahan atau kelegaan sementara setelah mencoba trik viral ini. Namun, perasaan tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa menjepit alis dapat mengatasi migrain. Terlebih lagi, saat serangan migrain terjadi, banyak orang menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan; bahkan tekanan ringan pun bisa terasa tidak nyaman atau menyakitkan.

Meski ada penelitian tentang akupresur, metodenya berbeda dari menjepit alis secara sembarangan dengan aksesori rambut. Tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan pada tahun 2025 mencakup 12 studi akupresur untuk migrain. Hasilnya bervariasi, dan para peneliti mencatat adanya perbedaan signifikan antar studi serta keterbatasan metode yang membuat kesimpulan belum pasti.

Oleh karena itu, hasil penelitian akupresur tidak dapat langsung digunakan untuk menyatakan bahwa menjepit rambut di alis efektif. Teknik, titik tekanan, dan cara penerapannya sangat berbeda.

Penanganan serangan migrain perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. Obat pereda nyeri yang tersedia bebas, seperti ibuprofen, serta obat resep seperti triptan dapat menjadi pilihan yang tepat, tergantung pada pertimbangan klinis. Tidak semua obat cocok untuk semua orang, sehingga penting untuk mengikuti anjuran dari dokter.

Beristirahat di ruangan yang tenang dan gelap, menggunakan kain dingin di dahi, serta menjaga asupan cairan dapat membantu sebagian orang merasa lebih nyaman. Jika tetap ingin mencoba menjepit rambut, segera lepaskan jika terasa sakit atau menimbulkan bekas. Hindari menjepit kelopak mata atau menekan bola mata.

Sakit kepala yang muncul secara mendadak dan sangat hebat, disertai kelemahan atau kebas, gangguan bicara, kebingungan, kejang, demam, dan leher kaku, atau yang terjadi setelah cedera kepala, perlu segera diperiksakan. Gejala-gejala tersebut dapat menandakan kondisi yang lebih serius.

Artikel Terkait