Fakta Ekonomi

Elitery Menahan Dividen untuk Memperkuat Ekspansi Bisnis AI dan Keamanan Siber

PT Data Sinergitama Jaya Tbk (Elitery) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025 guna mendukung pengembangan bisnis di sektor kecerdasan buatan dan keamanan siber.

N
Narayana Putra
18 June 2026
14 pembaca
Foto: dok istimewa
Foto: dok istimewa

PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT), yang dikenal dengan nama Elitery, telah mengambil keputusan untuk tidak mendistribusikan dividen dari laba tahun buku 2025. Langkah ini diambil untuk menahan laba demi memperkuat pengembangan bisnis, terutama dalam layanan yang berbasis kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber, serta untuk memperluas pasar ke kawasan Asia dan Eropa.

Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026. Para pemegang saham sepakat untuk menggunakan laba bersih demi memperkuat fondasi bisnis dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Fokus pada Teknologi dan Ekspansi Pasar

Direktur Utama Elitery, Kresna Adiprawira, menyatakan bahwa dana dari reinvestasi akan difokuskan pada pengembangan teknologi, perluasan pasar internasional, serta penguatan layanan yang berbasis AI dan keamanan siber, yang menjadi prioritas utama perusahaan ke depan. Sebagai bagian dari strategi ini, Elitery juga memperluas kehadirannya di Malaysia melalui Elitery Global Technology Sdn Bhd. Kresna menambahkan bahwa langkah ini akan menjadi dasar bagi rencana ekspansi yang lebih luas ke sejumlah negara di Asia dan Eropa.

"Langkah ini menjadi fondasi awal bagi rencana ekspansi yang lebih luas ke berbagai negara di kawasan Asia dan Eropa, seiring meningkatnya kebutuhan layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan siber di tingkat global," ungkap Kresna.

Pentingnya Likuiditas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Selain mendukung ekspansi, keputusan untuk tidak membagikan dividen juga bertujuan untuk memperkuat bantalan likuiditas di tengah ketidakpastian ekonomi global. Perusahaan menilai bahwa langkah ini penting untuk menjaga fleksibilitas bisnis dan memastikan keberlangsungan operasional dalam jangka panjang. "Langkah strategis ini untuk mengamankan keberlangsungan operasional (going concern) dan menjaga fleksibilitas perseroan di masa depan," kata Kresna.

Kresna menjelaskan bahwa prospek bisnis Elitery pada tahun 2026 masih didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan layanan keamanan informasi dan transformasi digital di berbagai sektor. Perusahaan juga melihat potensi ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang sebagai peluang besar untuk memperluas bisnis. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Elitery mempercepat pengembangan layanan berbasis AI melalui platform Elipedia dan Elitementor, serta memperkuat layanan keamanan siber yang bersifat proaktif.

Menurut Kresna, posisi Elitery saat ini semakin kuat karena menjadi satu-satunya mitra lokal di Indonesia yang memiliki sertifikasi Google Cloud Managed Service Provider (MSP) dan Managed Security Services Provider (MSSP). Selain itu, di awal tahun 2026, perusahaan juga memperoleh AWS Migration Competency Designation yang menegaskan kapabilitas Elitery dalam layanan migrasi dan transformasi cloud berstandar global.

"Inovasi teknologi, terutama di bidang cybersecurity dan AI, serta ekspansi regional adalah fokus utama kami di masa depan. Kami berkomitmen untuk terus tumbuh sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global, khususnya di kawasan Asia dan Eropa," ujar Kresna.

Dari sisi kinerja, Elitery mencatat laba bersih sebesar Rp33,72 miliar pada tahun 2025, meningkat 30,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan usaha mencapai Rp462,86 miliar, sementara laba kotor meningkat menjadi Rp124,33 miliar. Perusahaan juga melaporkan penguatan struktur keuangan yang ditunjukkan dengan penurunan total liabilitas sebesar 4,52 persen menjadi Rp138,65 miliar, dan ekuitas tumbuh 17,84 persen menjadi Rp158,06 miliar.

Kresna menilai bahwa fundamental keuangan yang semakin solid memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan untuk melanjutkan strategi ekspansi, memperkuat inovasi layanan, dan meningkatkan daya saing sebagai perusahaan teknologi asal Indonesia di pasar global. "Dengan fundamental keuangan yang semakin solid, Elitery berada pada posisi lebih kuat untuk melanjutkan strategi ekspansi, memperkuat inovasi layanan, dan meningkatkan daya saing sebagai perusahaan teknologi Indonesia dengan standar layanan global," tutup Kresna.

Artikel Terkait