Jakarta - Libur akhir semester genap 2025/2026 telah dimulai, dan siswa akan menjalani masa liburan selama kurang lebih dua minggu. Pertanyaan yang muncul adalah apakah program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan dihentikan selama periode ini. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur penyesuaian operasional program MBG selama hari libur.
Dalam surat edaran tersebut, BGN menegaskan bahwa distribusi MBG kepada siswa akan dihentikan selama masa libur sekolah. Kebijakan ini berlaku untuk libur sekolah semester genap dan ganjil, hari libur nasional, hari libur keagamaan, hari libur khusus fakultatif dari pemerintah daerah, serta hari libur akhir pekan.
Ketentuan Pelayanan MBG
"Tidak ada pelayanan MBG untuk peserta didik dan non-peserta didik pada saat periode hari libur," demikian tertulis pada poin 1 bagian E dalam surat edaran tersebut.
Selain itu, insentif fasilitas SPPG juga tidak akan diberikan selama masa libur sekolah. Petugas dilarang menggunakan fasilitas SPPG untuk keperluan apapun selama periode tersebut. Pelanggaran terhadap aturan ini akan berakibat pada tindakan tegas, termasuk kemungkinan pemberhentian operasional SPPG.
Walaupun demikian, petugas keamanan akan tetap menjalankan tugasnya selama 24 jam setiap hari secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pembiayaan untuk kebutuhan operasional selama libur, seperti listrik, air, internet, dan insentif petugas keamanan, akan menggunakan biaya operasional sesuai kebutuhan dari alokasi dana yang ada.
Audit Dapur MBG Selama Libur
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menambahkan bahwa BGN akan melakukan audit terhadap semua dapur MBG selama libur sekolah. Periode libur ini akan dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola program MBG.
"Kami akan melakukan transformasi internal, mulai dari sumber daya manusia hingga tata kelola. Data sangat penting karena kami tidak bisa membuat kebijakan tanpa data yang jelas," ungkap Arum setelah rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta.
Ia berharap audit ini dapat memastikan bahwa program MBG dapat dilaksanakan dengan lebih baik ke depannya. Pihak Pusdatin BGN juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengevaluasi SPPG.
"Kami mohon bersabar, target kami adalah dalam satu bulan ke depan, dan mungkin dalam tiga bulan ke depan kami akan melakukan perbaikan. Kami akan menghentikan semua kegiatan selama libur sekolah dan melakukan audit dapur, sehingga saat anak-anak kembali ke sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih baik," tambahnya.