Fakta Pendidikan

Fosil Dinosaurus Nanotyrannus Terjual Seharga Rp 792 Miliar, Ilmuwan Menyatakan Keprihatinan

Fosil kerangka dinosaurus yang sebelumnya dianggap sebagai T-rex muda kini terjual dengan harga fantastis di lelang. Namun, banyak ilmuwan yang merasa khawatir akan dampak penjualan tersebut terhadap...

P
Padma Dewi
31 October 2026
3 pembaca
Foto: Reuters via BBC
Foto: Reuters via BBC

Jakarta - Sebuah fosil kerangka dinosaurus yang dulunya dianggap sebagai Tyrannosaurus rex (T-rex) muda kini berhasil dilelang dengan harga mencapai USD 47,3 juta atau sekitar Rp 792 miliar. Fosil ini sebenarnya merupakan spesimen dari spesies Nanotyrannus lancensis, yang diberi nama Jodi. Tingginya mencapai sekitar 3 meter dan diperkirakan hidup pada periode Cretaceous Akhir.

Kerangka Jodi terdiri dari 191 elemen tulang fosil yang terawetkan dengan baik dan hampir lengkap. Rumah lelang Sotheby's di New York menyebutkan bahwa Jodi adalah kerangka yang siap untuk dipamerkan. Mereka juga mencatat bahwa Nanotyrannus merupakan "salah satu dari hanya tiga kerangka sejenis yang diketahui dalam ilmu pengetahuan." Ini adalah spesimen pertama yang dilelang sejak genus tersebut dikonfirmasi oleh para peneliti di AS pada Oktober 2025.

Proses Lelang yang Menegangkan

Proses lelang untuk Jodi berlangsung cukup menegangkan, dengan enam pihak yang bersaing selama 12 menit sebelum akhirnya terjual ke salah satu penawar. Identitas pemenang lelang belum diungkapkan, seperti yang dilaporkan oleh BBC pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Lelang Jodi menjadi yang termahal kedua, setelah rumah lelang yang sama sebelumnya menjual fosil kerangka T-Rex bernama Gus seharga USD 50,1 juta atau setara Rp 908 miliar pada Juli 2026. Fosil termahal ketiga, kerangka Stegosaurus bernama Apex, juga dilelang oleh Sotheby's pada Juli 2024 dengan harga USD 44,6 juta atau sekitar Rp 808 miliar.

Kekhawatiran Ilmuwan Terhadap Penjualan Fosil

Penjualan fosil dinosaurus oleh rumah lelang ini menimbulkan keprihatinan di kalangan ilmuwan. Mereka memperingatkan bahwa lelang semacam ini dapat menandai awal dari pengumpulan fosil oleh kalangan yang sangat kaya. Para peneliti berpendapat bahwa fosil kerangka dinosaurus seharusnya dipamerkan di ruang publik agar dapat diakses untuk penelitian yang lebih luas.

Profesor Steve Brusatte, seorang ahli paleontologi di Universitas Edinburgh, menyatakan, "Saya tidak tahu ada museum atau universitas mana pun yang mampu membayar harga setinggi itu. Bayangkan jika Mona Lisa hanya dimiliki oleh orang yang sangat kaya dan tidak dipamerkan sehingga orang-orang tidak dapat melihatnya, tidak dapat menikmatinya." Ia juga menambahkan bahwa pelelangan Jodi pada 27 Oktober 2026 'menyakitkan'. "Kita baru saja mengetahui bahwa Nanotyrannus itu nyata, dan sekarang salah satu kerangka terbaik akan dijual kepada penawar tertinggi," ujarnya.

Jodi awalnya dipamerkan sebagai T-rex muda di pameran seni internasional Frieze Masters di London pada Oktober 2023, sebelum genus Nanotyrannus diklasifikasikan. Kerangka tersebut ditemukan di Montana, AS, oleh seorang peternak bernama Jodi Pierson di lahan miliknya di Formasi Hell Creek, yang merupakan situs geologi yang banyak diteliti. Kerangka tersebut kemudian digali oleh ahli paleontologi komersial, Clayton Phipps.

Phipps juga menemukan fosil terkenal "Dinosaurus yang Berduel", yang menunjukkan sisa-sisa Nanotyrannus dan Triceratops yang tampaknya sedang bertarung, ditemukan delapan mil dari lokasi Jodi pada tahun 2006. Penemuan tersebut sangat penting bagi penelitian yang dilakukan oleh Lindsay Zanno dan James Napoli yang mengklasifikasikan Nanotyrannus sebagai spesies terpisah dari T-rex, mengakhiri perdebatan selama beberapa dekade mengenai perbedaan kedua dinosaurus tersebut.

Megan Jacobs, seorang ahli paleontologi di Universitas Portsmouth, menjelaskan bahwa selama ini Jodi dianggap sebagai remaja dari T-Rex. Namun, ia menekankan bahwa ukuran dan bentuknya jauh lebih kecil dan ramping, dengan gigi yang tajam untuk mengiris daging. T-rex dan Nanotyrannus hidup berdampingan pada periode geologi yang sama sekitar 67 juta tahun yang lalu.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait